“Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo Dapat Dituduh Melindungi, Jika Tidak Memeriksa Irjen (Pol) Nico Afinta.”

83

Oleh Wenry A. PutraJuru Bicara, Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAM – Indonesia) Periode 2012-2014

Tragedi kemanusiaan Kanjuruhan telah sebulan berlalu, akan tetapi pihak-pihak yang sepatutnya bertanggungjawab baik PSSI maupun Polri justru tidak bersikap ksatria dan cenderung menganggap tragedi tersebut bukan sebuah masalah besar bagi bangsa. Padahal, amanat pembukaan UUD 1945 secara tegas dan jelas menyebut “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”.

Pada Selasa 4 Oktober 2022 lalu, Presiden Joko Widodo menerbitkan Keppres pembentukan TGIPF yang dipimpin oleh Menkopolhukam Mahfud MD untuk mencari, menemukan, dan mengungkap fakta tragedi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang hingga kini mengakibatkan 135 orang meninggal dunia. Hal ini berarti TGIPF melaksanakan tugasnya dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Apabila ada pihak-pihak yang setengah hati atau bahkan tidak menjalankan rekomendasi TGIPF, maka dipastikan telah melakukan pembangkangan terhadap Presiden. TGIPF sendiri telah melaporkan hasil investigasinya kepada Presiden pada Jum’at 14 Oktober 2022.

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo harus berani memeriksa secara mendalam dan transparan Irjen (Pol) Nico Afinta, karena ia merupakan salah satu pihak yang harus bertanggungjawab selain Ketum PSSI Mochamad Iriawan. Apalagi pada Minggu 2 Oktober 2022, ia yang pernah berafiliasi dengan Satgassus Merah Putih ini menyebut penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur yang berlaku. TGIPF sendiri menyimpulkan gas air mata yang ditembakkan oleh aparat menjadi penyebab utama kematian massal dalam tragedi kemanusiaan Kanjuruhan.

Saya khawatir akan muncul persepsi di masyarakat, bila dimutasinya Irjen (Pol) Nico Afinta dari jabatan Kapolda Jawa Timur menjadi Sahlisosbud Kapolri merupakan upaya Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo melindunginya dan melakukan pembangkangan terhadap Presiden.

Oleh karena itu demi mewujudkan Polri yang memiliki semangat transparansi berkeadilan dan presisi, kami mendesak Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo agar berani dan tanpa pandang bulu memeriksa Irjen (Pol) Nico Afinta.***