SAMBUTAN KETUA IKAPI PEMBUKAAN IIBF 2022

27
Arys Hilman Nugraha, Ketua IKAPI/Yos

Sambutan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) pada Acara Pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2022

9 November 2022

Assalamualaikum wr wb. Good morning. Selamat pagi. Salam sejahtera utuk Ibu/Bpk semua.

Pagi ini kita berkumpul untuk kembali memperkuat ikatan terhadap simbol dan sumber terpenting pengetahuan, kemajuan, dan peradaban: Buku. Inilah Indonesia International Book Fair (IIBF), sebuah ikhtiar untuk mendekatkan buku kepada para pencintanya, menyebarkan ilmu tak berbatas ruang dan waktu, dan membangun pengertian di antara para pendudukdunia.

Penghargaan yang setinggi-tingginya bagi Ibu/Bapak semua atas kehadiran pada hari ini dan atas dukungan luar biasa yang membuat kegiatan kita ini dapat berlangsung dengan baik.

IIBF ke-42 pada tahun ini berlangsung saat masyarakat Indonesia dan dunia mulai leluasa pergi ke mana-mana; ke tempat kerja, destinasi wisata, pasar dan mal, atau ke acara-acara konser dan pameran. Kita menyaksikan IIBF berlangsung dalam atmosfer penuh optimisme, mengisyaratkan kebangkitan dunia perbukuan–yang di berbagai kawasan, termasuk Indonesia, sempat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Kita memahami, situasi tidak akan pernah seratus persen kembali seperti sebelum pandemi. Ada kebiasaan-kebiasaan baru, ada banyak pula peluang-peluang baru. Hal-hal yang bukan saja muncul karena suasana pandemi, melainkan juga akibat derasnya disrupsi teknologi.

Tentu saja, kita tak dapat mempertentangkan kemajuan teknologi dengan buku. Jika buku tidak penting di era digital ini dan sudah tergantikan oleh mesin pencari, maka Google tidak akan mengembangkan Play Books, Jeff Bezos tidak akan membuat toko buku daring Amazon, Steve Jobs tidak akan merekomendasikan 15 judul buku untuk dibaca, dan Elon Musk tidak akan mengumumkan 12 judul buku yang mengubah jalan hidupnya.

Kegiatan IIBF pun melihat keniscayaan baru dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga penyelenggaraannya tahun ini berlangsung secara hibrida; pertama secara tatap muka di JCC dan kedua melalui teknologi virtual di lokapasar (marketplace) daring (online). Apa pun pilihan masyarakat, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) selaku penyelenggara menempuh transformasi yang tak menghilangkan atmosfer yang telah terbina selama lebih dari empat dekade.

Secara tatap muka maupun daring, IIBF adalah pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi internasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, dan pendidikan, serta pelaku industri kreatif. IIBF juga merupakan ikhtiar Ikapi dalam meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, sebagai bagian dari gerakan literasi dan pencerdasan bangsa.

Pembaca buku, sebagai hilir dari proses industri perbukuan, kita harapkan pada IIBF tahun ini dapat tetap menikmati bukan sekadar konten, melainkan juga kekayaan pengalaman dalam menikmati literasi. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan, mengikuti pelatihan, berbincang dengan penulis idola, atau berbelanja buku.

Industri perbukuan Indonesia tidak cukup beruntung. Tak seperti di berbagai negara lain dengan indeks literasi tinggi, pandemi datang menjadi pukulan bagi para penerbit. Tantangan baru datang dengan cepat, pembajakan buku merajalela sebagai penumpang gelap perubahan, dan refocusing anggaran menyisihkan buku dari kotak ingatan.

Tapi, para penerbit dan pelaku perbukuan lainnya di Indonesia menunjukkan resiliensi. Ada kesadaran bahwa buku terlalu penting untuk diabaikan. Buku adalah kunci peradaban dan kemajuan yang layak mendapatkan tempat terhormat di negeri ini, negeri yang kian menempati posisi terkemuka dalam pergaulan internasional.

Hari-hari ini, berbarengan dengan penyelenggaraan IIBF, Ikapi dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional (IPA). Lebih dari 500 peserta dari 62 negara hadir dalam kongres yang berlangsung mulai besok di Fairmont Jakarta, Senayan, hanya sepelemparan batu dari lokasi IIBF. Kongres ini merupakan kegiatan istimewa yang tidak semua asosiasi perbukuan berkesempatan menjalankannya. IPA memiliki anggota berupa 92organisasi dari 76 negara dari lima benua dan Ikapi menjadi satu-satunya organisasi yang mewakili Indonesia di IPA sejak 1973.

Ibu/Bapak yang kami muliakan,

Penyelenggaraan IIBF memberikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya kebiasaan membaca buku, bahkan dalam situasi sulit seperti pandemi Covid-19. Kegiatan ini juga menjawab kerinduan masyarakat untuk hadir pada peristiwa perbukuan yang tidak sekadar berisi penjualan buku, melainkan juga ruang temu para pencinta ilmu pengetahuan, ajang pelatihan, tempat pembaca-penulis berdiskusi, dan wadah aneka aktivitas intelektual lainnya.

Kegiatan ini juga menjadi jalan bagi penerbit untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa buku-buku orisinal produk mereka mudah didapat dan tersedia dengan harga terjangkau. Ini menjadi kampanye dan edukasi agar masyarakat menghindari buku bajakan.

Buku hadir untuk dibaca, bukan untuk dibajak. Dengan membeli buku orisinal, pembaca turut serta dalam keberlanjutan proses dan produk kreatif: Membuat penulis terus berkarya, desainer tetap mencipta, editor menjadikan buku lebih menarik, dan penerbit terus melahirkan buku-buku bermutu.

Sekali lagi, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan semua pihak yang memungkinkan berjalannya kegiatan ini, terutama kepada Bapak Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa sekaligus penulis dan pencinta buku, yang berkomitmen membawa buku-buku kita hingga ke pelosok-pelosok desa dan menjadikannya sokoguru pembangunan sumber daya manusia Indonesia.Demikian sambutan kami.

Wassalamualaikum wr wb.

Arys Hilman Nugraha

(YOS/JAKSAT)