Mengenal Sejarah Karaeng Batupute

113

JAKARTASATU.COM — I Mohammad Arif Daeng Marombo Karaengta Batupute atau dikenal sebagai Karaeng Batupute adalah nama dari bangsawan gowa sekaligus ulama yang menentang kebijakan pemerintah kolonial Belanda demi kepentingan sosial kehidupan masyarakat pribumi.

Beliau kemudian dijuluki Hollanderhater (pembenci Belanda) karena peran pentingnya yang tanpa rasa takut bertempur melawan Belanda.

Karaeng Batupute merupakan cucu dari I Kumala Daeng Parani Karaeng Lembang Parang Sultan Abdul Kadir Moh Aidid Tuminanga Ri Kakuasanna Raja Gowa ke-32 (1826 – 1893).

Karaengta Batupute seorang pemimpin wilayah Takalar (1900) adalah salah satu bangsawan yang pernah diasingkan karena menolak kerjasama yang ditawarkan oleh Belanda.

Konon katanya Karaeng Batupute ini bahkan membantu perampok (I Tolok daeng magassing yang saat itu menjadi buronan Belanda) dengan memberikan bantuan amunisi untuk melawan musuh

Setelah mengabdi menjadi seorang pejuang kesejahteraan masyarakat gowa beliau kembali ke kampungnya dan menetap beberapa lama di kediamannya.

Beliau wafat di kampung halamannya dalam usia yang sudah terbilang lanjut, kini makamnya terletak di Desa Patani kecamatan Mappakasunggu kabupaten Takalar provinsi Sulawesi Selatan

Sejarah ini diurai oleh Andi ibrahim Amiruddin akrab dengan Sapaan Ibrahim Mappasomba selaku Ketua Umum Laskar Batupute Sulsel juga sekaligus pala’ bangkeng (cucunya cucu) dari karaenta batupute. | YOS/JAKSAT**