Gatot Nurmantyo Sebut Orang-orang yang Saling Menghina dengan Istilah Kadrun dan Cebong Sama dengan Menghina Allah SWT

27
Mantan Panglima TNI, Jend (Purn.) Gatot Nurmantyo/ist

JAKARTASATU.COM —  Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan orang-orang yang sering berselisih dengan membawa-bawa istilah cebong dan kampret sama saja dengan menghina Allah SWT.

Gatot Nurmantyo juga mengaku sangat resah karena semakin mendekati tahun politik, perselisihan antara dua kubu semakin panas. Ia juga menekankan jika harus ada peran sejumlah pihak untuk meredam hal ini, salah satunya ulama.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gatot di kanal YouTube Refly Harun, dengan judul “GEGER! GATOT UNGKAP KERESAHAN PERPECAHAN UMAT: YANG BILANG KADRUN CEBONG SAMA DENGAN MENGHINA ALLAH!”

“Sekarang bayangin aja, setiap hari kita mendengar orang menghina Allah SWT tapi ulamanya diam, kalau saya keluar dipanggil kadrun, pak Edy Mulyadi Kadrun kadang Gurun, dibalas lagi cebong, sama-sama jelek itu dua-duanya, itu sebenarnya menghina Allah,” ujar Gatot, dilansir pada Rabu (23/11/22).

“Allah SWT menciptakan manusia penuh dengan kesempurnaan tapi manusia mengomongkan kadrun atau cebong, pecah jadi dua,” sambung Gatot.

Ia juga menyinggung soal jumlah pesantren di Indonesia bisa jadi modal untuk membentuk negara yang baik dan berkarakter. “13 ribu pesantren adalah modal,” ujar Gatot Nurmantyo.

Berebut Posisi Cawapres Anies Baswedan, Pengamat Sebut Siapa yang Unggul Sebelumnya, Ketua Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Dr H Syahganda Nainggolan, dalam acara Kongres Umat Islam di Pondok Pesantren Sukaraja, Garut, Jawa Barat mengatakan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mempunyai posisi yang sejajar dengan Anies dan Habib Rizieq Shihab terkait potensi pemimpin perubahan di Indonesia ke depan.

Sejajar karena Gatot, selama ini memang mempunyai ide-ide yang sama kuat dengan Anies dan HRS untuk memperbaiki negeri ini. Perbaikan tersebut menyangkut keadilan sosial, kedaulatan bangsa, dan dukungan untuk berkembangnya peranan Islam dalam negara yang mayoritas Islam ini.(WE/J)