Adhie Massardi: Sudahlah Pak Jokowi, Jangan Bikin Hal Aneh di Dalam Situasi yang Tak Kondusif

44
Adhi Massardi/ist

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie  Massardi, menilai, acara pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan gabungan relawan pendukungnya yang terafiliasi dalam Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu telah melukai perasaan sebagian masyarakat Indonesia yang tengah berduka.

Sebab, menurut Adhie Massardi, pertemuan politik tersebut digelar saat warga Cianjur, Jawa Barat, masih berduka, lantaran banyak korban jiwa berjatuhan pascagempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo pada Senin pekan lalu (21/11).

Sejatinya, kata Adhie Massardi, Jokowi tak hanya mengumpulkan relawan pendukungnya saja, tapi mengintruksikan para pendukungnya itu untuk melakukan tindakan nyata dalam membantu masyarakat yang ditimpa persoalan. Misalnya, sebut Adhie Massardi, masyarakat di Cianjur yang menjadi korban bencana gempa.

“Bencana yang menimpa masyarakat di Cianjur ternyata masih jauh dari selesai. Presiden Jokowi kok malah ngumpulin pendukung di GBK, bukan diarahkan jadi relawan di Cianjur yang tak jauh dari Ibukota? Nir-empati!” ujar Juru Bicara Presiden RI ke-4 ini, Senin (28/11).

Lagi pula, sambung Adhie Massardi, mengumpulkan relawan dalam konteks mengusung capres di Pilpres 2024 adalah hal absurd dan seolah tak paham demokrasi. Sebab, kata Adhie Massardi, sosok capres hanya bisa ditentukan oleh partai politik, bukan Jokowi maupun relawannya.

“Presiden dan relawannya tak bisa menentukan capres, karena itu wilayahnya partai politik,” tutur Adhie Massardi.

Para tokoh yang seolah dapat restu Jokowi, menurut Adhie Massardi, seharusnya juga jangan terlalu percaya diri. Sebab, dukungan presiden ke depan belum tentu buat figur-figur tersebut. Lagi pula, mengutip survei Litbang Kompas, hanya 15,1 persen responden saja yang mengatakan akan mendukung calon presiden pilihan Jokowi. Oleh karen itu, Adhie Massardi menegaskan, dukungan presiden terhadap tokoh tertentu tak akan banyak berpengaruh.

“Menurut Litbang Kompas, 84,9 persen menolak capres pilihan Jokowi. Sudahlah jangan bikin aneh-aneh di dalam situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini,” pungkas Adhie Massardi.(yos/jaksat)