Jokowi Lakukan Puputan…..

294

Jokowi Lakukan Puputan…

Acara megah gempita berjuluk Relawan Nusantara Bersatu di GBK 26/11/2022 yang libatkan Ratusan ribu orang ini bikin dahi berkerut, kata Andrianto/Aktivis Pergerakan 98.

Apakah kita kembali ke era orba yang melibatkan jumlah massa besar di luar massa kampanye resmi pemilu di sebut Kebulatan Tekad ?
Jika dulu mayoritas Ibu-ibu majelis taklim (di mobilisasi Badan kontak majelis taklim/ BKMT, kini pun tidak jauh berbeda alias hampir mirip. Terlihat dilayar kaca ibu-ibu berkerudung memenuhi GBK.

Ada dua hal yang membuat kita protes:

Pertama pelanggaran hukum meski itu cuman putusan Menpora yang melarang penggunaan GBK sampai perhelatan piala dunia U-20 th depan.

Maklum itu ajang sepakbola dunia resmi dari FIFA, Tentu GBK sebagai ajang pembuka harus siap sedia.

Kedua, moralitas etika kemanusiaan di saat kita baru tertimpa dua bencana besar yakni tragedi kanjuruhan dan tragedi gempa Cianjur, Kedua tragedi ini memakan korban cukup besar, dimana rakyat Indonesia masih berduka bahkan masih berjibaku menghadapi tragedi dan bencana.

Tetapi, pemerintah, Jokowi justru melaksankan perhelatan besar di GBK bersama relawan-relawan untuk kekuasaannya.

Jikalau acara di GBK ini sekedar acara relawan seperti yang dinyatakan Hasto/Sekjen PDIP, “Sepertinya elite relawan tersebut mau mengambil segalanya, jika tidak dipenuhi keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elite tersebut melakukan banyak manipulasi. Banyak sekitar Presiden Jokowi yang kurang paham bahwa elite relawan tersebut kumpulan berbagai kepentingan. Padahal seharusnya menyangkut urusan bangsa dan negara, apalagi pemimpin ke depan merupakan persoalan bersama yang harus dijawab dengan jernih, penuh pertimbangan, dan harus menjawab jalan kejayaan bagi bangsa dan negara Indonesia,” (deticom, 27 November 2022).

Kata Andrianto, ” justru bertolak belakang atau sebaliknya yaitu Jokowi yang memanipulir relawan. Kita bisa lihat ketua panitanya dari Istana yaitu Stafsus Presiden Aminuddin Maruf dan Stering Comiitenya Arsjad Rasjid/Ketua Kadin. Jelas kan ini orang Istana, dari Istana.

“Justru kita terlihat Istana memanipulasi Relawan seolah-olah itu acara Relawan, itu bukan acara relawan. Jokowi yang memanfaatkan relawan,” bantah Andrianto

“Jokowi yang terus menerus pelihara relawan buat bargain ke partai-partai,” imbuh Andri.

Lanjut Andrianto, “Jadi, Hasto Sekjend PDIP yang keliru, karena acara model GBK sudah kesekian kali dilakukan Jokowi. Mulai dari acara Ribuan Kepala desa di Istora Senayan, Acara Rakernas Projo di Magelang, Acara Musra di Bandung dll.

“Semua acara ini tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Tidak mungkin Relawan dapat bikin acara berskala besar dan terus menerus. Malah kita bertanya apakah ini pakai dana Pribadi Jokowi atau APBN?,” tandas Andri.

“Kalau ada sponsor Oligarki, apakah ini bagian dari gratifikasi? Atau kompensasi dari banyaknya policy yang menguntungkan Oligarki (UU Omnibus law, UU Minerba dll). Kalau lihat skala acara acara yang demikian massif tentu sudah Ratusan Milliar tergelontorkan”

“Dari acara GBK makin Nampak sekali agenda Pilpres dimana positioning Jokowi tidak miliki porto polio di Parpol manapun. Jokowi justru terasing dari semua parpol”

“Jokowi kader PDIP seperti sering diklaim sebagai orang PDIP. Jokowi sendiri hadir saat Rakernas 2 PDIP yang hasilnya dibacakan Ganjar yang menyatakan capres domain Ketum PDIP”

“Nah bertubi-nya agenda Jokowi jelas punya maksud dan tujuan sendiri.

“Dalam acara GBK, Jokowi bilang KriterIa Pemimpin mesti wajah berkerut dan berambut putih. Kalo kriteria ini jelas menyinggung Bu Mega. Bukankah Sang Ayahandanya,,, Bung Karno kita kenal berwajah Clink, berbusana modern, Plamboyan dll.”

“Juga para tokoh bangsa seperti Bung Hatta,
Bung Syahrir yang berwajah klimis dan tidak berambut putih.”

Anonim yang di sebut Jokowi itu menyasar ke Ganjar Pranowo. Justru dia bikin ilustrasi kriteria pemimpin malah bikin ambyar semua orang.

“Tadinya masyarakat berasumsi Jokowi mendukung Prabowo. Tapi terpatahkan di acara kemarin dengan kriteria lebih mengarah ke Ganjar seperti Skema awal.”

“Bisa jadi pihak Oligarkhys penyokong Jokowi tidak percayai sosok Prabowo. Apa mungkin Prabowo sosok Jenderal bisa diatur-atur kemudian?. Buat Jokowi dan para oligarki kelanjutan project Mercu suar seperti IKN, Kereta Cepat JKT-BDG, LRT Jabotabek dll adalah pertaruhan yang harus di lanjutkan. Apa jadinya bila semua project tersebut mangkrak?

‘Sementara, SBY aja terus dibully meski hanya meninggalkan 1 project Hambalang yang nilainya kecil dibandingkan salah satu project Jokowi tsb.
Belum lagi potensi KKN yg berujung pidana seperti dikatakan Prof Antony Budiawan, Said Didu dan Faisal Basri”

Akhirnya Jokowi tinggal selangkah lagi deklarasikan Capres pilihannya yakni Ganjar Pranowo, hanya tinggal waktu saja.

Apakah pilihan Jokowi akan di terima Parpol-Parpol lain terutama PDIP? Padahal apa yang dilakukan di GBK sudah merupakan sebuah psy war terbuka?

“Namun kita sangsi Parpol-parpol akan manut begitu saja. Apalagi figur Ganjar yang penuh kontroversi antara lain tersandung E-KTP, Kegagalan memimpin Jateng sehingga Jateng jadi provinsi no 15 termiskin, Kasus Wadas, Kasus Semen Kendeng dll’

‘PDIP sebagai parpol yang miliki tiket vip tentu punya perhitungan bila usung Ganjar.PDIP adalah parpol yang dikenal memiliki ideologisasi yang kuat.”

‘Jabatan adalah Penugasan : Petugas partai.
Sebagai partai yang memiliki jiwa sang inspirator dan pendiri mazab Nasonalis Bung Karno,
Tentu keberlanjutan roh Bung Karno jadi pertaruhan utamanya”

Apalagi muncul kepermukaan jika Ganjar yang Presiden, maka Jokowi yang Ketum PDIP….

“Bisa jadi setelah puputan Jokowi ini, makin membuat yakin PDIP segera mendeklrasikan pencapresan Puan Maharani. Akan berisko mendukung sosok Ganjar yang di-ingini Jokowi.”

“Apalagi jelas rezim Jokowi bukan lagi menjalankan Nawa cita yang berbasis sosialis ala Bung Karno melainkan rezim Nawa Duka as rezim Peng Peng yang pro Oligarki.”

“PDIP harus tobat nasuha telah gagal dengan eksprimen Petugas Partainya. Sang Petugas malah menurunkan derajat menjadi timses next Presiden dan berupaya menciptakan next Boneka sesuai keinginan Oligarkhys. Bahkan yang terburuk melakukan upaya Kudeta Konstitusi.” (Yos/Jaksat)