#NGOPIPAGI: PROYEK KERETA CEPAT YANG TAK “CEPAT”

27
Hmmm pagi ini #ngopi  Arabica Malabar Pangalengan. Saya pernah menjelajah ke kawasan ini, perkebunan kopinya cenderung ada di pengunungan yang tinggi. Kita akan dapat dan tahu kebun kopi setelah melewati perkebunan teh yang indah.
Sejumlah perusahaan asing kini juga sudah masuk ke perkebunan ini. Bahkan terlihat dari gerbangnya terjaga sekuriti yang gagah. Kopi Arabica Malabar Pangalengan adalah salah satu komoditas petani yang unggul saat ini. Ditengah tren kopi budidaya kopi makin tinggi. Dan Provinsi Jabar adalah yang sangat paling ngebet soal kopi.
Soal Kopi Malabar ini Arabika sangat dahsyat. Kopi Malabar telah ada sejak zaman Belanda (1780-1844). Saya ingat kawan saya Prawoto Indarto sang penulis buku The Road to JAVA Coffee. Ia menulis konstelasi industri kopi dunia, peran Pulau Jawa, khususnya Priangan, tidak mungkin dihilangkan.
Priangan, kini Jawa Barat, adalah rumah bagi lahirnya legenda sekaligus ikon industri kopi dunia, Java coffee. Sejarahnya sempat ‘terkubur’ karena peristiwa luar biasa yang saya sebut sebagai Java effect. Akibat serangan penyakit karat daun (hemileia vastatrix) seluruh perkebunan kopi Arabika di Jawa dan Ceylon luluh lantak yang mendorong evolusi besar di industri kopi dunia.
“Produsen kopi Arabika mulai bergeser dari Asia ke Amerika Latin, Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia,”ungkapnya.Di Jawa, Priangan sebagai salah satu kebun kopi Arabika tertua di dunia mulai beralih ke tanaman teh saat itu. Tananam kopi mulai bergerak ke arah timur pulau Jawa dengan jenis tanaman baru, coffea canephora var. robusta, atau popular disebut kopi robusta. Negeri yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling penting dalam proses penyebaran benih kopi Arabika di benua Amerika termasuk Kepulauan Karibia ini, lalu beralih menjadi produsen dan eksportir kopi Robusta dunia.”
Memasuki awal abad 19, Priangan lebih dikenal sebagai wilayah penghasil teh kelas dunia. Dengan kontribusi sekitar 70 persen produksi teh Indonesia, secara perlahan, bayang-bayang Priangan sebagai kebun kopi tertua di dunia itu mulai tereliminasi dari peta industri kopi dunia, bahkan industri kopi nasional,” jelasnya.
Namun Jabar akhirnya kini bangkit lagi. Perkebunan Kopi Malabar merupakan perkebunan yang bangkitnya saat ini. Sampai kini bahkan Kopi Malabar lebih banyak melakukan penjualan produknya ke international dibandingkan di pasar Indonesia. Nah pagi ini Kopi Malabar say seduh dnegan tubruk enak banget. Bagi yang minat kopi arabika Malabar gampang kok apalagi yang di Jakarta. Bisa ke Toko BIJIKOPIDUNIA234, kawasan Kebagusan Raya Jakarta Selatan.
Lantas apa hubungan Kopi dengan Kereta Cepat? Saya tegaskan Tidak Ada.
Kan ini sedang #ngopi yang membaca waktu yang terjadi bahwa katanya ada kereta cepat yang sudah di siap.Buat apa Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung itu? Meski anggarannya makin bengkak tapi makin terus diperjuangkan dengan anggaran yang gila  dan akan hutang besarnya.
Untuk apa cepat-cepat orang Jakarta ke Bandung kalau hanya ingin kuliner dan shopping baju-baju keren dan wisata alternatif yang aduhai. Atau sebaliknya untuk apa juag orang Bandung ke Jakarta cepat-cepat, bukannya nanti kalau Ibukta Jakarta akan pindah ke IKN?
Tapi katanya ada kabar dari senayan yang mulai taringnya menyalak. PKS menolak pindah Ibukota alasannya melawan ambisi oligarkhi. PKS berjuang di Parlemen. Bantu PKS dan Partai/Fraksi penolak pindah Ibukota Negara, tulis Rizal Fadillah pengamat kebangsaan itu.
Kembali soal Kereta Cepat data proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), ada di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E3 dan E2 (Rorotan-Cikunir), Jakarta-Cikampek, Cikampek-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi)
PROYEK KERETA CEPAT YANG TAK “CEPAT”
Biaya proyek kereta cepat Jakarta Bandung membengkak. Awalnya sekitar 6 miliar dolar AS. Kemudian dilaporkan ada pembengkakan biaya sebesar 1,9 miliar dolar AS, atau sekitar Rp28,5 triliun, membuat biaya proyek kereta cepat menjadi 7,9 miliar dolar AS. Demikian Anthoni Budiyawan mengomentari kereta cepat Jakarta Bandung. Kemudian, melalui audit BPKP, ditetapkan biaya proyek membengkak ‘hanya’ 1,176 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun. Kemudian, pembengkakan biaya ini dikoreksi menjadi 1,4 miliar AS atau sekitar Rp21,6 triliun.
“Masalahnya, nilai pembengkakan biaya kereta cepat ini sudah dalam tahap yang tidak normal. Sangat besar sekali. Mencapai lebih dari 20 persen dari nilai proyek,”ungkapnya.
Menurut pengakuan pemerintah, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, salah satu alasan terjadi pembengkakan biaya karena perhitungan dari pihak China meleset. Pengakuan ini bisa menjadi bukti sudah terjadi kerugian keuangan negara.Karena ada beberapa komponen biaya yang tidak dimasukkan di dalam perhitungan awal tender.Kalau komponen biaya tersebut masuk ke dalam perhitungan, maka biaya proyek akan lebih besar.
Bukan lagi 6 miliar dolar AS, tetapi jauh lebih besar dari itu. Dan bisa jauh lebih besar dari biaya proyek yang ditawarkan oleh Jepang yang sebesar 6,2 miliar dolar AS. Sehingga merugikan keuangan negara.Karena itu, biaya yang awalnya seharusnya ada, tetapi ditiadakan untuk memenangi proyek, dan kemudian sekarang baru muncul lagi sebagai pembengkakan biaya, patut diduga sebagai manipulasi tender yang merugikan keuangan negara.Kemudian, kedua adalah komponen bunga pinjaman.
Biaya proyek kereta cepat menggunakan 75 persen pinjaman komersial dengan suku bunga 2 persen per tahun, dengan grace period 10 tahun. Artinya, biaya bunga pinjaman kereta cepat per tahun mencapai 90 juta dolar AS (6 miliar dolar AS x 75 persen x 2 persen), atau 900 juta dolar AS selama 10 tahun grace period.Sedangkan Jepang menawarkan bunga pinjaman hanya 0,1 persen saja per tahun, atau hanya 1/20 dari bunga pinjaman China.Artinya, dengan nilai pinjaman yang sama, bunga pinjaman ke Jepang hanya 45 juta dolar AS selama 10 tahun grace period (6 miliar dolar AS x 75 persen x 0,1 persen x 10 tahun).
Ditambahkan Anthoni dengan demikian, selisih pembayaran bunga kepada China versus kepada Jepang lebih mahal 855 juta dolar AS selama 10 tahun. Jumlah ini jauh lebih besar dari selisih nilai proyek yang hanya sekitar 200 juta dolar AS saja.Maka itu, komponen biaya bunga juga merupakan kerugian keuangan negara yang jelas dan nyata, yang seharusnya masuk dalam komponen biaya proyek ketika mengevaluasi penawaran tender. Meskipun kerugian negara ini nampaknya sudah jelas dan nyata, tetapi semua pihak yang berwenang mengawasi pemerintah dan keuangan negara, seperti DPR, KPK, kepolisian dan kejaksaan ternyata diam saja.
“Diamnya DPR dapat dianggap sebagai indikasi bekerja sama turut menciptakan kerugian keuangan negara. Maka itu, harus bertanggung jawab, tidak boleh lepas tangan begitu saja,”ungkapnya.Kabar baru proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung datang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya memprediksi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan rampung pada pertengahan tahun 2023.Hal itu pun ia sampaikan langsung di depan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat melakukan uji dinamis pada 16 November lalu.
Proyek itu molor dan mengalami pembengkakan biaya. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat nilai cost overrun proyek itu mencapai US$ 1.449.603.071 atau Rp 21,4 triliun.Soal rencana penutupan kereta api Argo Parahyangan sebelumnya ditanggapi oleh Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo.Usai rapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat tentang penyertaan modal negara atau PMN untuk Proyek Kereta Cepat pada Rabu pekan lalu, 23 November 2022, Kartiko menyebutkan rencana itu masih dibahas dengan operator, yakni PT KAI.
“Belum (diputuskan). Itu sedang kami kaji dengan Pak Didiek (Dirut KAI) dan Pak Menhub. Nanti kita lihat selama ini bagaimana. Tapi nanti kita tetap sebelum operasi akan kami lakukan survei lagi mengenai minat masyarakat dan kemampuan bayar,” ujar pria yang akrab disapa Tiko tersebut dilaman TEMPO.
Rencananya nanti saat dioperasikan, tiket Kereta Cepat Jakarta–Bandung dibanderol dengan harga Rp 350.000 untuk jarak terjauh dan Rp 150.000 untuk jarak terdekat. Untuk tiga tahun pertama, rencananya harga tiket sepur cepat itu ditetapkan Rp 250.000 terlebih dahulu.KAI juga masih berfokus mempersiapkan hadirnya layanan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung beserta KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung.
Feeder tersebut ditujukan untuk pelanggan Kereta Cepat yang ingin melanjutkan perjalanannya ke berbagai wilayah lainnya.Sebagai orang Bandung yang kini tinggal di Jakara paling sering mengunakan Kereta diawal-awal belum ramainya travel yang fasilitasnya makin nyaman. Saya pencinta kereta Argo. Jika argo ditutup. Maka agak aneh, dan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung akan gunakan KA Feeder ke tengah kota maka sama juga jarak Bandung Jakarta akan lebih lama alias proyek layanan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung cepat itu tak “Cepat” karena waktunya akan sama cepat waktunya dengan sejumlah travel yang nyaman juga bisa cuma dua jam.
Hehehe..Ya sudah gitu saja soal layanan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung itu bukan mau ikutikutan rame, tapi #Ngopipagi sambil mikirin bangsa kan tak apa-apa ya.. Baiklah saya nikmati dulu  Malabar kopi yang asyik dari kopi yang punya tekstur, rasa dan aroma tentunya nikmat diseduh dengan hati yang tulus dan berdoa yang terbaik saja apapun soal layanan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung kita saksikan akan seperti apa?
Aendra Medita Kartadipura