RUMAH KEBANGSAAN (1)

31

RUMAH KEBANGSAAN (1)

Pada tanggal 2 Desember 2022,. Penulis mendapat mandat dari Presiden Gerpis (Gerakan Pilihan Sunda) Kang Andri Perkasa Kantaprawira untuk menghadiri sebuah dialog bersama menteri BUMN Kang Erick Tohir denga judul “TRANSFORMASI BUMN DALAM MENOPANG UMKM DI INDONESIA”.

Acara yang di gagas oleh Tokoh Muda Sunda, Kang Agung Suryamal, dimana acara kali ini bukanlah yang pertama kali diadakan karena sebelumnya juga beliau mengundang Pak Jusuf Kalla untuk hadir dan berdialog.

Menjadi kebiasan kami manakala ada seorang tokoh nasional datang, maka kami akan memberi sebuah IKET (yang pada malam tadi diberikan oleh Kang Ernawan Koesoemaatmadja) dan dua buah Kujang, sebagai pangbagea atau selamat datang. Satu Kujang diberikan oleh Kang Abi Rakean dan satu lagi diberikan oleh Kang H. Holil Aksan Umarzein, serta menyampaikan sudah selayaknya Kujang didaftarkan sebagai warisan budaya ke Unesco.

Acara berlangsung cukup lancar, dan dialog lumayan seru, meski sayang karena keterbatasan waktu, tidak semua orang kebagian untuk bertanya, termasuk penulispun ingin mempertanyakan tentang ekosistem ekonomi yang dipaparkan bapak menteri,. Sangat menjanjikan, mencerahkan dan memberi harapan tentang kemandirian dan kedaulatan ekonomi, meski dengan catatan asal suasana “sejuk.”

Namun terlintas dalam benak , ditengah gap atau ketimpangan ekonomi yang begitu tinggi apa mungkin ekosistem itu bisa terbentuk, sehingga tidak ada lagi sekelompok sultan (dengan kata lain oligarki) yang menguasai hajat hidup orang banyak?

Hal menarik lainnya adalah, BUMN katanya sudah berhasil merampingkan badan-nya yang dulu gemuk menjadi lebih ramping dan efisien? Mudah-mudahan begitu adanya,.

Berdasar dua pertanyaan yang tak tersampaikan itulah maka dituangkan lewat tulisan. Dengan harapan bahwa pada suatu saat berdialog kembali, penulis akan mendapat jawaban.

Namun ada yang lebih penting, yang kiranya untuk disampaikan, semoga RUMAH KEBANGSAAN yang terletak dijalan Soekarno Hatta no. 506, Bandung, Jawa Barat.

Semakin sering mengundah tokoh2 nasional dan berdialog tentang situasi negara kita saat ini, sehingga mampu megikis polarisasi yang ada, karena persoalan yang menimpa bangsa ini tentu saja bukan hanya tanggungjawab segelintir orang, karena masyarakat banyaklah yang akan terdampak langsung.

Perbedaan pilihan tidak lagi membuat rakyat saling berseteru dan bermusuhan.
Proses pendewasaan dalam berpolitik sehingga mampu menghasilkan elite politik dan pemimpin yang berakhlak serta amanah, meminjam istilah Ceu Popong yang juga hadir,. Pamingpin anu eling,. Yang menyadari, mengakui dan berusaha memperbaiki kesalahannya.

Cag ah,.

Rita Rusman

MWT,031222