Ingin Perpanjang Jabatan, Karena Pemilunya Bermasalah

43

JAKARTASATU — Isu perpanjangan masa jabatan presiden banyak menuai penolakan. Salah satu penolakan tersebut juga disampaikan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam diskusi publik bertema “Menolak Agenda Perpanjangan Masa Jabatan Presiden” di Sekretariat KAMI, Jakarta, Rabu (7/12/22).

Adhie M Massardi, sebagai tuan rumah KAMI menyampaikan bahwa banyak pertanyaan masyarakat kepada saya terkait DPR Provinsi milih sendiri DPRD, DPR Pusat, Bupati, , wali kota, Gubernur milih sendiri, Presiden, wakil Presiden milih sendiri tapi kenapa negara ini tidak bertambah baik ?

“Jadi rupanya, pemilunya yang bermasalah. Tidak jujur, tidak adil, orang-orangnya tidak istiqomah. Hampir semua yang terpilih jabatan-jabatan publik itu tidak memiliki etika dan itegritas, juga moralnya,” kata Adhie.

Kemudian kata Adhie, kita bisa lihat catatannya di KPK , berapa ratus kepala daerah yang sudah masuk tahanan dan yang belum, masih diincar-incar KPK itu banyak sekali.

“Kekuasaan itu menurut Adhie, bukan lamanya selama berkuasa tetapi yang terpenting manfaatnya. Waktu era Gus Dur dua tahun, melahirkan 10 perubahan dan bandingkan di masa pemerintahan SBY selama 10 tahun hanya melahirkan dua perubahan,” beber Adhie

“Jadi, kekuasaan itu bukan soal lamanya, jika lama berkuasa tetapi tidak bermanfaat untuk apa dilama-lamakan,” imbuhnya

Jadi, bukan membenci Joko Widodo yang berkeinginan untuk lebih lama berkuasa atau ingin selamanya berkuasa, tetapi kita lebih mencitan rakyat, bagaimana nasib keadaan rakyat. Jadi, bagaimana harus keluar dari persoalan ini.

“Persoalan bangsa ini sesungguhnya bagaimana keluar dari satu orang, keluar dari cengkraman Joko Widodo. Persoalan bangsa ini selalu harus keluar dari satu orang ini,”jelasnya.

Kemelut bangsa kita ini selalu harus keluar dari satu orang. Dulu bagaiman keluar dari Soekarno, lalu keluar dari Soeharto, kemudian dari Habibie juga dari Gus Dur.

Yang menarik dari Gus Dur, kita tidak mau bertahan, begitu secara politik harus close ya kita close, lalu out. Gus Dur tidak mau bernegosiasi hanya untuk bertahan jadi presiden.

“Kita ini kan pemimpin, yang memerintah. Buat apa pemimpin harus diperintah. Kita bukan yang diperintah oligarki,” pungkasnya. (Yos)