Andrianto : Survey terbaru Pol Tracking dapat di katakan P Jawa memang special

147

JAKARTASATU — Andrianto, tokoh pergerakan menanggapi hasil survey yang diangkat detik (15/12/22) terkait dimana hasil surveynya. Dalam berita detik, hasil survei ketiga calon presiden terkuat di 5 provinsi di Pulau Jawa yaitu

DKI Jakarta

Anies Baswedan 49,6%
Ganjar Pranowo 27,5%
Prabowo Subianto 15,7%
TT/TJ 7,2%

Banten

Anies Baswedan 47,6%
Prabowo Subianto 28,5%
Ganjar PRanowo 16,1%
TT/TJ 7,8%

Jawa Barat

Anies Baswedan 36,3%
Prabowo Subianto 30,8%
Ganjar Pranowo 18,7%
TT/TJ 14,2%

Jawa Tengah

Ganjar Pranowo 71,4%
Prabowo Subianto 10,8%
Anies Baswedan 9%
TT/TJ 8,8%

Jawa Timur

Ganjar Pranowo 36,1%
Prabowo Subianto 25,5%
Anies Baswedan 19,6%
TT/TJ 18,8%

Menurut Andrianto, di Pemilu 2019 lalu, Pulau Jawa miliki mata pilih terbesar sampe 110, 686,810 juta, dari 192,866,254 juta total mata pilih. Artinya total di P.Jawa 57,29 % mata pilih nasional.

“Di pemilu terakhir Jokowi juga berjaya karna menang tebal di Jateng dan Jatim. Nampaknya dua palagan Jateng dan Jatim masih jadi basis PDIP yang solid,” jelas Andri

“Sosok Ganjar seperti di surepay bisa ungguli Anies, di Jateng dan Jatim, di wilayah lain sudah jauh tertinggal. Artinya domain PDIP lebih menonjol ketimbang sosok Figur,” ujarnya

Memang kata Andrianto, Jateng ini istimewa, dimana dulu pada pilpres 2004 dan 2009 Megawati selalu menang. Jadi sosok Megawati sangat terpatri sebagai putri Bung Karno di Jateng.

“Buat Anies sendiri menjadi tantangan tersendiri,
Apakah masih ada peluang di Jateng dan Jatim,” imbuhnya

Menurut hemat saya kata Andrianto, peluang ada jikalau sosok pendamping Anies adalah yang punya basic kuat. Sosok kuat itu Jend Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI) yang asli kelahiran Tegal Jateng. Sosok Gatot yang dari nama dan wajahnya sangat _njawani_.

Andrianto menyebutkan soal sosok AHY. Sosok lainnya seperti AHY yang merupakan cucu dari Jend Sarwo Edy yang asli Purworejo, jejak langkah Sarwo Edy juga cukup populer di Jateng.

“Tentu tidak mudah bagi Anies putuskan siapa Cawapres diantara kedua sosok yang berlatar militer tersebut. Kalau sosok sipil tentu Khofifah layak dipertimbangkan untuk ambil suara di Jatim,” terang Andri

Selebihnya, Andrianto menilai pilpres masih dinamis, Plpotret survey hanya jadi tolak ukur sementara. Apalagi lembaga sure pay sudah menjelma pula jadi konsultan , yang artinya penuh interes.

“Namun kontestasi pilpres akan berujung pada capres yang direstui Istana melawan capres yang direstui RAKYAT, ” pungkas Andrianto.(Yos)