Ini daftar Nama Mahasiswa yang Ditangkap saat Aksi Tolak Tolak KUHP di Bandung

35
Aksi Mahasiswa di Gedung DPR RI pada 11 April 2022/JAKARTASATU.COM

JAKARTASATU.COM — Terkait pembaruan terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia sejatinya telah menjadi rencana Pemerintah sejak lama. Hal ini disebabkan oleh  hukum pidana Indonesia perlu di reformulasi sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat.

Akan tetapi, rencana tersebut tidak disertai dengan upaya Pemerintah untuk menghadirkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat melalui draf RKUHP per 9 November 2022 yang masih memuat pasal-pasal bermasalah yang diduga kolonialisasi hukum pidana Indonesia. Padahal, penolakan terhadap pasal-pasal bermasalah tersebut telah dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat secara masif dan konsisten.

Namun, Pemerintah seakan-akan tutup mata dan telinga terhadap suara penolakan tersebut. Pemerintah justru bergegas untuk mengesahkan RKUHP tanpa mengakomodasi masukan yang telah disampaikan secara terus-menerus oleh masyarakat. Hal ini yang menjadi pemicu berbagai perlawanan masyarakat di seluruh Indonesia.

Dengan ini, Aliansi Mahasiswa Jawa Barat menyatakan sikap:

1. Menentang dan mengecam segala bentuk represifitas yang dilakukan aparat Kepolisian, termasuk pengejaran dan penembakan peluru karet secara acak dan tidak proporsional terhadap massa aksi demonstrasi menolak UU KUHP

2. Mengecam pengerahan kekuatan berlebihan dalam menangani demonstrasi sehingga mengakibatkan cedera serius yang tidak perlu terhadap massa aksi….

3. Mendesak Kepolisian untuk menindak, menangkap dan mengadili anggotanya yang melakukan intimidasi, kekerasan, penangkapan, penghadangan, penyitaan pada aksi tolak KUHP

4. Mengecam tindakan penghalang-halangan bantuan hukum bagi para korban penangkapan ilegal

5. Menuntut Kepolisian untuk membebaskan massa aksi yang ditangkap secara sewenangwenang tanpa syarat dan meminta maaf kepada publik karena telah lalai dalam menggunakan kekuatan berlebihan dan melakukan aksi penangkapan dan penahanan ilegal.

6. Menuntut janji Pemerintah untuk melakukan Reformasi Polri secara total yang terbukti tidak terealisasi hingga saat ini.

7. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk membatalkan KUHP yang bermasalah serta membuka partisipasi publik yang luas dan bermakna.

Kebebasan berekspresi dalam menyuarakan demokrasi dan keadilan adalah hak sebagai warga negara.

Sudah sepatutnya Kepolisian menjamin kenyamanan dan kemanan dalam berdemokrasi, bukan justru memberikan terror dan penangkapan kepada peserta aksi mahasiswa Bandung

DATA MAHASISWA YANG DIAMANKAN

1. PISKAL YUKE, TTL Bandung 24 Juni 2004, No. HP. 088805413424, Kampus UNPAD semester 1
2. INDRA NURDIN, TTL Bandung 21 Agustus 2003, No. HP. 085723465079, Kampus UIN
3. HEDIANA RAHMAN, TTL Bandung 30 Juni 2000, No. HP. 081324198847
4. FITRA NANDA, TTL Bandung 18 Mei 1999, No. HP. 089657478397, Kampus UIN
5. IKMAL ARIF, TTL Bandung 03 September 2004, No. HP. 085211283351, Kampus Universitas Widyatama
6. EGI SEPTIARA SETIAWAN, TTL Bandung 10 Agustus 1999, No. HP. 081224260617, Kampus UIN
7. DAPA RAMDAN, TTL Bandung 12 November 2002, No. HP. 083822199150, Kampus UNPAD
8. HELMI MUHAMMAD, TTL Bandung 30 September 2001, No. HP. 082121407483, Kampus UNISBA
9. DIAS RATARA, TTL Purbalingga 26 Agustus 1994, No. HP. 085801349245
10. DIKI MULYADI, TTL Bandung 07 April 2001, No. HP. 085156739445, Kampus UNIKOM
11. QISTY M RASID, TTL Bandung 17 April 2000, No. HP. 081224488904, Kampus UNPAD
12. RAVI HIDAYAT, TTL Bandung 19 November 2003, No. HP. 081291403454, Kampus UNPAD
13. MARIPOT SINAGA, TTL Medan 05 Agustus 2002, No. HP. 081392601183, Kampus UNPAD
14. ARYA BAYU SAPUTRA, TTL Bandung 03 April 2004, No. HP. 081284209798, Kampus UNPAD
15. M. ALFITO, TTL Bandung 06 Mei 2003, No. HP. 081324285460, Kampus UNIKOM
16. KEPLIN PRASETIA AHMAD, TTL Bandung 02 September 2003, No. HP. 082246010114, Kampus UNIKOM
17. MUHAMMAD MUKTI ALI HAMZAH, TTL Bandung 02 November 1999, No. HP. 085281704820, Kampus UIN
18. FAUZI DELGI AKBAR, TTL Bandung 11 Maret 2000, No. HP. 081286500928, Kampus UPI
19. ROBI NUGRAHA, TTL Bandung 14 Januari 2004, No. HP. 085624118606, Kampus UNPAS
20. RAJA ILHAM MAULIDA, TTL Bandung 05 Juli 2000, No. HP. 082198306644, Kampus STT TELKOM
21. RIKI REVIDO, TTL. Bandung 12 April 2001, No. HP. 081214824159
22. FADILAH HUSEIN, TTL Bandung 20 Desember 2003, No. HP. 089524983387, Kampus UNIKOM
23. FARHAN ALFARIZI, TTL Bandung 07 Juli 2002, No. HP. 083169116639, Kampus UTD
24. FAZRI NUHANA, TTL Bandung 22 April 2002, No. HP. 088298121848, Kampus UIN
25. M. DAPA ALHADI, TTL Bandung 10 Mei 2002, No. HP. 088218047425, Kampus UNIKOM
26. M. RAKA PRIANSYAH, TTL Bandung 23 Desember 1999, No. HP. 085156575318, Kampus UNLA
27. RIFQI, TTL Bandung 25 Oktober 2002, No. HP. 081575079565, Kampus UNIKOM, LUKA DI KEPALA BELAKANG
28. ARI APRILIA, TTL Bandung 19 Juli 2001
29. A. FITRIAN, 20 Tahun, Kampus UNPAS, LUKA DI KEPALA ATAS DAN TELINGA
30. Rahmat Hidayat Ujaini, 19 Tahun, Kampus Widyatama, Luka di muka dan dada.
Catatan :
1. UNIKOM = 6 orang
2. UNPAS = 2 orang
3. UNPAD = 6 orang
4. UIN = 5 orang
5. UPI = 1 orang
6. UTD = 1 orang
7. STT TELKOM = 1 orang
8. UNLA = 1 orang
9. UNISBA = 1 orang
10. Universitas Widyatama = 2 orang
11. Tanpa Kampus = 4 orang. (RED/JAN)