Amanat KSB Aksi Mogok Makan dan Demo PT. Amman di KOMNAS

48

JAKARTASATU — Aksi mogok makan masyarakat Aliansi Anti Mafia Tambang Kabupaten Sumbawa Barat (Amanat KSB), yang aksi sejak tanggal 13 Desember 2022 hingga saat ini 19 Desember 2022 masih berlangsung, meraka adalah belasan korban perusahaan tambang emas dan tembaga, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara.

Erry Satriawan ketua AMANAT KASB mengatakan, belasan korban perusahaan tambang emas dan tembaga, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang sedang aksi mogok makan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ini, sudah ada 5 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi, gula darang tinggi.

Erry juga menyampaikan terkait kondisi massa aksi mogok makan ini.

“Kelima orang masyarkat AMANAT sejak kemarin sudah dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan dari dokter, masyarakat yang aksi mogok makan sudah tidak layak lagi untuk melanjutkan aksinya harus segera disudahi, karena meyangkut keselamatan kesehatan.


Erry juga menyampaikan progres selama aksi di KOMNAS HAM

“Kami minta konfirmasi kemarin kepada pihak Komnas HAM terkait pengaduan masalah ini, juga kami minta klarifikasi yang karena surat yang pertama belum dibalas pada oktober, juga pada November hingga saat ini. Jadi hingga saat ini masih berkutat di surat menyurat, ” jelas Erry.

“Bapak Ully dari Komisioner HAM sesuai mekanisme akan berkirim surat lagi ke PT AMANAT,” imbuh Erry

Hingga saat ini keadaan masyarakat Sumbawa Barat belum mendapatkan apa-apa , belum ada tindakan apa-apa dari pihak-pihak yang terkait baik itu dari RDP malah gagal terus, dari Perusahaan Amanat, juga kini dari Komnws HAM

“Malam ini akan kami pertimbangkan lagi soal lelanjutan aksi mogok makan ini meskipun bekum menghasilkan apa-apa. Aksi mogok makan ini kan bagian dari simbol apanyang kami rasakan kehidupan di Sumbawa Barat pengjasil sumber akam mineral, tambang. Dan kami pun masih punya stragegi lain,” pungkas Erry.(Yos)