IBUNDA

7
Ilustrasi Ibu dan anak (ilustrasi)/IST

IBUNDA

Seorang ibu hampir pasti punya pertalian batin yang kuat dengan anaknya. Emosi kejiwaan yang lebih kental dibanding sang bapak.

Sangat wajar, karena sifat alamiahnya demikian. Ibu diciptakan untuk mengandung sekian bulan, melahirkan bayi, menyusui dan merawatnya — sejak dini hingga sedikitnya usia balita. Proses yang tak mungkin tergantikan oleh seorang ayah. Sesuper apa pun dirinya.

Tak heran, jika sesuatu yang kita agungkan — mulia dalam melayani — berpredikat ibu. Mother Nature , bukan Father Nature. Ibukota, bukan bapakota.

Dalam kajian Islami, meski budaya Arab yang patriarkat kuat melekat — seperti halnya dalam kultur etnis Tionghoa — posisi ibu jauh sangat terhormat.

Tiga kali sedikitnya kata ibumu, ibumu, ibumu — sebelum kata ayahmu muncul — sebagai figur yang wajib dihormati seseorang.

Ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibunda” adalah pula gambaran yg amat nyata.

Selamat Hari Ibu. Kalianlah kaum yang berjasa besar, para pahlawan keluarga yg menyembunyikan beban seberat apa pun di balik senyum kebanggaan untuk prestasi anak-anaknya. Generasi yang Kelak bertumbuh kembang menyongsong zaman pembaharuan.

Hernawan
Wartawan senior di Bandung