Selamat Jalan Bang Ridwan Saidi: Guru, Sahabat dan Teman seperjuangan

81

Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan

Kamis, 22 Desember itu beliau masih telepon saya. Mendiskusikan soal berbagai hal terutama sekali persoalan perpolitikan nasional akhir-akhir ini.

Pagi hari itu juga beliau kirimkan tulisan nya: Cabe: Catatan Babe dengan judul.

Emak2 di Kepung KNIL
Pro: 22 Desember

Isinya tentang keberanian Emak2 melawan KNIL di zaman Belanda.

Tulisan nya memperingati Hari Ibu 22 Desember. Menggambarkan Emak2 di zaman Belanda berani melawan Tentara Belanda.

Tidak ada tanda – tanda kalau besok nya: Jumat, 23 pagi. Bang Ridwan terserang sakit mendadak.

Mendapat wa dari Puterinya: Jihan mengabarkan Ayahnya: Ridwan Saidi. Sakit dan mohon di doakan kesembuhan nya.

Pembicaraan dengan Bang Ridwan. Tidak ada cerita atau keluhan tentang kondisi kesehatan nya. Maka nya ketika membaca berita sakit dan di bawa ke RS. Saya kaget luar biasa. Dan saya di liputi kesedihan luar biasa.

Mendapat berita sakit. Saya bergegas mau ke RS. Bezuuk. Ahad. 25 Desember. Ternyata Bang Ridwan wafat pukul 08.35. Saya di liputi kesedihan mendalam. Ditinggal oleh Tokoh Besar, senior, guru: kawan diskusi dan rekan seperjuangan.

Inna Lillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Lahumul – Alfatihah.

Beberapa saat belakang senior dari Universitas Cokroaminoto berkehendak menganugerahkan gelar profesor atas Mantan Ketua PB HMI 1974-1976 dan Anggota DPR PPP 1977-1987 atas karya dan pemikiran nya dalam bidang budaya, dan pemikiran politik nya.

Perjuangan Bang Ridwan bersama dengan sejumlah tokoh dan aktifis untuk kembali ke UUD1945 Asli tetap akan terus meskipun Babe telah wafat.

Di tengah khidmat nya pemakaman Bang Ridwan di Karet Bivak yang di hadiri oleh Bang Akbar Tanjung, Jimly Assidiqui, Fadli Zon dan Sandiaga Uno Mentri pariwisata dan ekonomi kreatif dan sejumlah tokoh lainnya. Pandapotan Lubis. Seorang aktifis dari Guntur 49 meneriakkan “Kembali ke UUD1945 Asli”

Ya. Semangat Bang Ridwan juga sama. Sampai akhirnya hayatnya: Konsitusi negeri ini harus di kembalikan ke UUD1945 Asli. Agar negeri ini tidak semakin dalam tenggelam dalam sistem politik dan ekonomi liberalis yang mengancam nilai nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.

Akhirnya. Selamat jalan Bang Ridwan.

Depok, 26 Desember 2022.