Indro Tjahyono: Modal Sosial Bangsa, Modal Politik Bangsa itu dari Para Aktivis berjuang yang Berjuang untuk Rakyat

52
Indro Tjahyono dalam sambutan gathering JALA/YOS

JAKARTASATU.COM — Indro Tjahyono aktivis senior, pengerak Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA) mengatakan negara-negara besar itu selalu ada aktivis di dalam pemerintahannya, aktivis yang berjuang untuk rakyat dalam kesejahteraan, keadilan, sosial, kesehatan; bukan tapi aktivis condong kepada kekuasan.

“Modal sosial bangsa, modal politik bangsa itu dari para aktivis yang berjuang untuk rakyat dalam kesejahteraan,” ujar Indro sebagai tuan rumah di padepokannya yang jadi tempat acara Family Gathering dalam rangka Refleksi Akhir tahun 2022 bertajuk “Jalannya Reformasi dan Kepemimpinan Nasional” di Bekasi, 30 Desember, 2022.

Aktivis senior angkatan 70-an Indro Tjahyono memberikan sambutan yang baik dan tajam memeberikan kritik juga.

“Jangan hanya sibuk podcast saja, sosmed saja karena hal itu hanya jadi tontonan saja, dan ujungnya siapa yang ngomongnya kenceng lalu kemudian kompromi. Sedangkan aktivis pejuang itu sebaiknya bukan untuk kompromi dalam menegakkan kebenaran,” imbau Indra.

Dalam forum ini para aktifis dari berbagai angkatan dan lintas generasi hadir dalam  berlangsung santai tapi penuh keakraban. Nampak harir Jus Soema Di Pradja wartawan senior, Jumhur Hidayat, Fikri Thalib, Inamul Mustofa, Santoso, Paskah Irianto, Febby Lintang, Iwan Sumule, Firman Tendry,  Ucok Safti Hidayat, Anti Dodo, Lek Jum (Jumadi) , Adnan Balfas, Pril Huseno, Marlin Dinamikanto dan lain lain.

Pada acara ini didaulat untuk menjadi pembicara yaitu Paskah Irianto dari Bandung aktivis angkatan 70-80an, Mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat aktivis 80an, dan Pegiat Pendidikan Febby Lintang angkatan 90’an. Perwakilan dari JALA, In’am Mustopa sebagai moderator.

JALA itu bagian dari sebuah fenomena yang dilahirkan dari sebuah proses evaluasi. Jika ingin menarik garis sebuah perubahan adalah changes. Changes ini harus menunjukkan adanya evaluasi, kritik terhadap sebuah pergerakan dari reformasi hingga hari ini.

“Kalau untuk dukung mendukung, bukan forumnya di acara ini. Sampai sekarang siapa calon presidennya belum jelas, yang sekarang didukung hanya balon-balon aja (bakal calon),” pungkas Indro Tjahyono. (YOS/JAKSAT)