#NGOPIPAGI: KOMUNIKASI DAN SEMBUNYI MIMPI

18
Kopi Liberica nikmatnya penuh rasa yang indah/aendra

CATATAN #NGOPI AENDRA MEDITA

SAYA hanya terseyum saat diminta untuk diam dan tak gerak. Sebuah pertunjukan itu bagus, lalu kita diam adalah sebuah keniscayaan yang tak berdasar. Tapi saya sadar bahwa demi kebaikan silakan. Saya punya sejumlah akses ke media bahkan ada media saya yang kapable untu pertunjukan itu. Dan akhirnya saya pun tak bisa diam. Publikasai pun jalan sudah.

Saya punya pengalaman dalam dunia komunikasi PR (public relations) paling tidak saya pernah pegang jabatan konsultan senior di lembaga konsultan PR ternama di tanah air ini (maaf saya tak mau sebutkan dulu saat ini), jabatan paling tinggi bagi saya dan saya orang kepercayaan CEO dan pemilik perusahaan yang berdiri sejak tahun 1971 dan perusahaan ini listing di Bursa (Tbk) paling pertama. Paling tidak saya pernah bantu publisitas Due Diligence perusahaan konsultan PR ini. Publisitas Due Diligence yang jadi sarat utama adalah sebuah publikasi di media cetak dengan menampilakan sejumlah neraca perusahaan di media yang di tunjuk Bapepam dan ada rujukan utama BI dan OJK. ini juga bagaian penting perusahaan jika masuk bursa harus bikin  Annual Report (AR). Saya pernah kerjakan semua itu. Bahkan ada sejumlah perusahaan lain yang saya pernah bantuk publisitas Due Diligence. 

Dasar ini yang menajdi panduan saya bagi cerita pertunjukan itu. Pekan lalu masih 2022 dan kini sudah masuk 2023. Artinya awal tahun ini saya menulis ini sekadar ingin sampaikan ada yang ganjil dan sebuah informasi. Informasi tanpa bentuk pasti. Adalah dadakan informasi dianggap bagi saya buruk nilainya. Informasi sebuah pertunjukan itu harus ada spasi waktu agar jelas komuniksi informasinya  biar integrasi yang terbangun. Informasi itu bukan dadakan seperti tahu bulat digoreng dadakan tapi alangkah harus baik secara strategi dan planning yang pas, sehingga hasilnya optimal

Bahkan jika perusahaan akan masuk bursa sebagai perusahaan Tbk. Ini syarat sangat ketat. Tapi memang pertunjukan bukan mau berlantai bursa, tapi ya begitu. Saya sedang bandingkan bahwa sajian komunikasi itu   harusnya tidak sembunyi dalam mimpi. Mimpi itu sangat indah apapun bisa diimpikan tapi kita adalah makhluk realitas. harusnya sadar dalam dunia ini.  Kira-kira itulah yang saat akhir tahun kemarin jadi kenyataan bahwa sajian pertunjukan yang keren tanpa publistas, namun setelah data dari kawan baik saya mengirimkannya saya bantu leat cara saya.

Dan Alhamdullilah media menulis cukup banyak. Cara publisitas jangan dianggap sepele atau menganggap ada budget gede. Bisa saja begitu tapi banyak yang nakal ada biaya publisitas tapi kadang tak sampai pada yang berhak membantu. Tapi jujur saya tak bisa dibeli dengan minta menaikan satu peristiwa yang dianggap anggaranya adalah bagian dari projek.

Upss… maaf saya mau #ngopipagi dulu biar cerita lainya disambung dibagian lain. Saya ada kopi Ijen Raung yang sudah tersaji siap saya menikmatinya di pagi ini. Tabik…!!