#NGOPIPAGI: KEJUJURAN

44
Aendra Medita, menikmati kopi/ist

CATATAN #NGOPI AENDRA MEDITA

SALAM pagi ini saya ngopi dengan kopi asal Temanggung saya dapatkan dari #BIJIKOPIDUNIA234.  Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, dan keterusterangan, termasuk keterusterangan pada perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dan tulus.

Kejujuran dihargai di banyak budaya etnis dan agama. “Kejujuran adalah kebijakan terbaik” adalah pepatah dari Benjamin Franklin. kira-kira itu yang saya temukan id.wikipedia.org.

Saya senang jika orang berbuat jujur (Honesty) sebab itu kunci masa depan bagi dirinya yang akan berjalan sesuai roda yang berputar. Waktu kujuran adalah tanpa batas, jadi ibarat orang harus bersabar itu pun tanpa batas. Tinggal caranya bagaimana dia menjaganya.

Saat saya masih kerja di biro konsultan komunikasi saat itu kita sempat mengarap 100 tahun Bung Hatta. Saat itu atasan dan juga guru saya dalam bidang komunikasi strategi Indra Abidin (IA) mengarap 100 tahun Bung Hatta bersam Adi Sasono dan juga keluarga besar Bung Hatta (Meutia, Halida dan Gemala) kami di Fortune Indonesia saat itu membuat konsep tentunya strategi yang dirancang oleh IA yang sangat sederhana dan sangat integrated. Saat itu konsepnya Cara Baik Bung Hatta: Santun, Jujur dan Hemat. Konsep ini sangat membumi semua media headline membahasnya dihalaman depan, waktu itu  media sosial belum rame.

Dengan cara ini saya  ingin menyitir “Kejujuran adalah kebijakan terbaik” adalah pepatah  Benjamin Franklin. Nampaknya Indonesia punya yang sudah teruji dan baik. Ia adalah Hatta. punya cara baik dan santun, jujur dan hemat.

Hatta adalah pendiri bangsa bersmaa Bung Karno. Siapa tak kenal dia, ia adalah proklamator yang punya dedikasi sangat tinggi untuk bangsa ini.

Pelajarannya adalah bahwa kejujuran adalah cermin saat ini diperlukan dan ini saya rasa  bisa menyelamatkan bangsa soal kejujuran ini. Soal kejujuran adalah modal menuju nilai luhur dan martabat bangsa. Dengan modalnya semua kejujuran adalah hal terelok daalam jiwa-jiwa hakiki. Jika kebohongan yang akan terus dicuatkan, malah akan jadi malapetaka, karena kebohongan dipelahara malah akan datang prahara. Tabik.

JAKARTA, 4 Januari 2023