Refly Harun: Perppu Cipta Kerja Presiden Joko Widodo Mempermainkan Konstitusi

46

JAKARTASATU.COM — Ahli hukum tata negara Refly Harun menilai Perppu Cipta Kerja yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2022 adalah bentuk permainan konstitusi.

Refly Harun menyatakan secara materi, saya setuju pernyataan sikap teman- teman buruh Menolak Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Pengganti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Saya berpandangan Perpu ini (Cipta Kerja) mempermainkan konstitusi, sebagaimana dikatakan oleh Prof Denny Indrayana,”, kata Refly saat ikut hadir aksi Federasi Buruh yang tergabung dalam AASB di depan Gedung DPR – MPR RI, Jakarta (5 Januari 2023).

“Dan, ini pernah dikatakan oleh Prof Jimly Assidiqie, ini bentuk kesombongan Presiden Jokowi,” ungkap Refly Harun.

Dan ini bisa mengarah kepada impeacment kalau perbuatan-perbuatan dilakukan dan berkeinginan untuk menindaklanjuti lebih lanjut karena ini jelas-jelas ini tidak mematuhi Mahkamah Konstitusi.

Refly menyinggung soal DPR yang tampak setuju dengan perpu Presiden.

“Ini sengaja Presiden berusaha untuk mengangkangi hak konstitusional, hak legislasi dari DPR. Sangat aneh bin ajaib kalau mereka tidak menolak Perppu ini. Sekali lagi, aneh bin ajaib kalau DPR tidak menolak Perpu ini,” tegas Refly.

Ini DPR bukannya tersinggung dengan kekuasaan presiden yang otoritarian, tapi malah mengaminkan. “Kalau begitu, kita tidak usah berharap ke DPR RI, kita datang ke MK. Pertanyaannya adalah kalau kita datang ke Mahkamah Konstitusi, bakal dikabulkan nggak pembatalan Perppu itu?” tanya Reflly | YOS/JAKSAT