PHK Melanda Sektor Garmen, Pemilik Pabrik Banyak Dijual di toko Online

72
Anthony Budiawan/ IST
Anthony Budiawan/ IST

JAKARTASATU.COM — Gelombang pemutusan kerja (PHK) melanda sektor garmen belakangan ini banyak terjadi di Jakarta seperti di kawasan Kapuk dan Teluk Gong Jakarta Utara, Cengkareng Jakarta Barat. Bahkan pemilik pabrik-pabrik banyak dijual di toko online.

PHK buruh-buruh tidak hanya buruh pabrik tekstil juga alas kaki. Produksi alas kaki menurun seiring menurunnya pasar untuk ekspor, seperti permintaan dari AS dan Eropa.

Berdasarkan laporan dari industri garmen, tekstil, dan alas kaki telah terjadi PHK atas 87.236 pekerjanya hanya dari 163 perusahaan, (CNBC (11/01/2023).

Terkait keadaan ekonomi dengan gelombang PHK dan banyak pabrik yang tutup dan dijual, Managing Director Political Economy and Policy Studies PEPS, Prof Anthony Budiawan mengatakan, “Siklus naik dan turun (boom and bust) ekonomi sebuah keniscayaan, pasti terjadi: siklus turun bukan berarti ada kondisi Kegentingan Memaksa. Kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis juga sudah ada sejak jaman kuno, dan UU RI juga memadai: PERPPU Ciptaker akal-akalan?

Kemudian Antihony juga minta kepada para pengusaha untuk menagih janji pemerintah menciptakan lapangan kerja.

“Pengusaha seharusnya menagih janji pemerintah yang sudah mengeluarkan PERPPU Cipta Kerja untuk mengatasi ‘Kegentingan Memaksa’ krisis ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja. Permintaan mundur kepada karyawan, diikuti dengan PHK, bukti PERPPU gagal dan, maka itu, wajib batal,” tutup Anthony.(YOS/JAKSAT)