Rizal Ramli: Jokowi Presiden paling boros pengeluaran keuangan dalam sejarah Republik Indonesia

167
Rizal Ramli /doc-jakarsatu.com

JAKARTASATU.COM — Mantan Menko Maritim Dr. Rizal Ramli mengatakan Presiden Jokowi sering jalan-jalan, misalnya menemui relawan yang jumlahnya sekitar 50 orangan sementara Jokowi bersama rombongannya berjumlah 200 orangan. Ini yang menghabiskan anggaran,”jelasnya.

Rizal juga mengungkapkan bahwa “Jokowi Presiden paling boros pengeluaran keuangan dalam sejarah Republik Indonesia. Ini harus diaudit , pasti banyak ketidakberesan,” tegas Rizal Ramli di acara yang diselenggarakan Front Kedaulatan Negara dengan mengangkat tema : Menggugat Perppu No 2 Tahun 2022 Tentang Ciptaker : Makzulkan Jokowi, di Jakarta (9/1).

Mohon maaf aja, kata mantan menko Maritim ini, Jokowi ini raja boros, makanya anak buahnya ngikut. Rizal Ramli mengungkap keluhan Menteri Keuangan akibat anggaran perjalanan PNS.

“Menteri Keuangan mengeluh, tahun lalu pegawai negeri menghabiskan biaya perjalan 39 triliun, ya kebuai atuh. Jangan menyalakan PNS, kasih contoh dulu. Anggaran perjalan itu yang pemborosan, jadi PNS ikutan”.

“Selama ini kita dikelabui dengan image kerakyatan, sederhana tapi kelakuannya boros. Kebijakan Jokowi selalu bikin senang orang kaya.” ujarnya

Terkait keputusan MK harus diperbaiki tapi malah diubah dengan Perppu. Masyarakat kalau punya keluhan soal MK, datang saja ke MK tapi masalahnya MK nya ipar Jokowi. Padahal dalam aturan hukum, seorang ketua MK tidak boleh punya hubungan saudara dengan Presiden karena pasti MK akan membela iparnya, Presiden.

“Kemudian jika persoalan undang-undang diadukan ke DPR, dan ternyata tidak puas dari DPR maka silahkan saja datang ke MK. Ini negara hukum apa negara sirkus. Ini negara modern apa negara kerajaan,” ujar Rizal.

Rizal juga mengungkapkan bahwa saat ini ada orang paling kaya di Indonesia itu orang bernama Low Tuck Kwong. Dia ini pengusaha batubara, harga batubara naik dari 60 dollar ke 400 dollar/ ton. Dia tidur-tiduran aja tapi harta kekyaaanya naik jadi 147 Triliun.

Di negara kapitalis, orang kaya seperti ini dikenakan pajak tambahan yaitu pajak kaya dadakan.

“Tapi pemerintah kita ini sangat memanjakan oligarki. Pemerintah ini tidak berani menyentuh keuntungan dadakan ini. Andai saja dikenai pajak 40 %, berarti uang pajak 60 T bisa masuk ke negara. Tapi pemerintah hanya berani menaikkan pajak terhadap rakyat, menaikkan PPN, kenaikan Iuran BOJS , BBM, listrik, gas, bahkan rakyat yang mau beli rokok ketengan aja ga boleh. Ini sangat keterlaluan,” beber Rizal Ramli.

Kemudian lanjut Rizal, harusnya kan yang mendapatkan pajak tambahan itu orang yang kaya dadakan itu, duitnya ratusan triliun. Tetapi pemerintah hanya mau majakin rakyat kecil. inilah sesungguhnya ideologisnya Jokowi.

“Dia ini baik terhadap oligarki tapi menekan terhadap rakyat. Imagenya sih sederhana, imagenya merakyat. Tetapi kelakuannya boros,” pungkasnya. (YOS/JAKSAT)