RAKYAT INDONESIA BISA SEJEHTERA SEPERTI UNI EMIRAT ARAB JIKA PEMERINTAH LAKUKAN INI

50
Rizal Ramli dalam orasi kebangsaan “113 Tahun Kebangkitan Nasional Kebangkitan Seluruh Rakyat Indonesia: Jalan Keadilan dan Kemakmuran” yang digelar di Gedung Joang, Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Mei 2021./ist

RIZAL RAMLI SEBUT RAKYAT INDONESIA BISA SEJEHTERA SEPERTI UNI EMIRAT ARAB JIKA PEMERINTAH LAKUKAN INI

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tidak ada tandingannya di seluruh Asia Tenggara.

“Negara kita ini negara terkaya se Asia Tenggara. Minyak, tambang, mineral dan sebagainya,” ujar RR dalam podcast yang dipandu Rahma Sarita, di di Channel Realita TV, Kamis (7/1/23).

Karenanya kata mantan Menko Perekonomian itu, jika pengelolaan SDA tersebut sesuai dengan amanat konstitusi maka Indonesia menjadi negara yang sejahtera.

“Kalau SDAnya dikelola sesuai dengan UUD 1945 pasal 33, maka semua kekayaan ini adalah milik rakyat, dikelola oleh negara, pelaksananya bisa swasta, tapi dengan production sharing. Dan kalau itu terjadi maka negara Republik Indonesia kaya raya dan banyak uang untuk menggratiskan pendidikan sampai universitas, memfasilitasi kesehatan dan lain sebagainya, kesejahteraan rakyat kita bisa sama dengan rakyat Uni Emirat Arab atau negara Skandinavia,” ujarnya lagi.

Ironisnya menurut RR pengelolaan SDA saat ini nyaris sepenuhnya dikuasai oleh swasta sehingga negara kurang mendapatkan nilai manfaat dari pengelolaan kekayaan alam tersebut.

Dia pun mencotohkan pengelolaan gas dan minyak di era Presiden Soeharto yang saat itu hampir sepenuhnya dikelola oleh negara sehingga berdampak pada sehatnya keuangan negara.

“Jadi jangan heran kalai dulu di zaman Pak Harto, pemerintah banyak uang sehingga bisa bangun SD Inpres, Puskesmas, infrastruktur dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Namun Ketua Dewan Pembina Asprindo tersebut meyakini bahwa mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia bukan hal yang mustahil jika pemerintah menerapkan production sharing.

“Kalau sektor minyak dan gas kan pelakunya adalah swasta domestik dan asing. Jadi setelah dikeluarkan semuanya, keuntungan itu dibagi 85 persen untuk negara, swasta 15 persen. tapi kalau mineral mungkin bisa dinaikkan 60 : 40. Dan jika itu diterapkan maka kita bisa terapkan pendidikan gratis, kesehatan gratis, WiFi gratis dan lain sebagainya, ” beber mantan Presiden Komisaris Bank BNI itu.(YOS/JAKSAT)