SEKALI TEPUKAN MEGA, DUA JIWA MELAYANG. BENARKAH ???

508

Apa yang akan dilakukan 9 Taipan?

Oleh : Indra Adil

( Eksponen 77/78)

Ulang Tahun PDIP tanggal 10 Januari yang lalu, meninggalkan bekas yang luar biasa bagi JAGAD PERPOLITIKAN INDONESIA. Betapa tidak? Sudah berkali-kali usaha utk menggagalkan Jokowi tidak memperpanjang Periode Jabatan Presidennya, semua bablas tanpa bekas. Jokowi tetap berjalan kuat dengann bantuan Menteri Segala Jabat, Luhut Binsar Panjaitan. Kenapa mereka berdua begitu ngotot untuk perpanjangan jabatan Presiden Jokowi? Tidak lain dan tidak bukan karena mereka berdua yang paling berkepentingan untuk menyelamatkan diri dari segala perbuatan mereka selama Periode Jabatan Kepresidenan Jokowi selama ini. Mereka belum sempat mempersiapkan diri utk skenario Pergantian Presiden 2024, kecuali pergantian Presiden ke tangan Ganjar Pranowo, yang merupakan Anak Emas Jokowi. Tetapi mereka berdua menyadari, betapapun telah berusaha sekuat daya dan dana mengangkat Elektabilitas Ganjar di mata publik, tanpa PDIP semua hanya “Macan Kertas”. Dan itulah yang terjadi saat ini. Baik Jokowi maupun Ganjar, tergeletak tanpa jiwa, yang berarti tanpa daya sedikitpun. Setidaknya menurut Pengamat Politik dalam negeri.

Pada Peringatan Ultah PDIP yang baru lalu itu, Jokowi sering disebut namanya oleh Megawati, tapi hampir semua isinya adalah bully-an alias sindiran yang bahkan boleh dikatakan Jokowi menjadi bulan-bulanan Megawati sepanjang Pidato Peringatan Ultah ke 50 PDIP tsb yang bahkan berlangsung 2 jam. Sementara Ganjar, sedikit pun namanya tak disinggung kononlah disebut oleh Megawati. Bahkan untuk duduk di kursi kehormatan pun sebagaimana tokoh-tokoh pemerintahan lain, Ganjar tak mendapatkannya. Sebuah penghinaan luar biasa bagi Capres yang menurut banyak survei mendapatkan Elektabitas Tertinggi di Indonesia. Jokowi dan Ganjar pasti tidak akan menerima perlakuan ini dan bisa dipastikan akan melakukan pembalasan bersama dalam waktu dekat ini. Apa yang bisa mereka lakukan?

Banyak pengamat menafikan kemungkinan perlawanan dari Jokowi dan Ganjar, karena mereka berdua, seperti yg diperlihatkan Mega secara vulgar ke masyarakat baik dalam maupun luar negeri, dengan Kepercayaan Diri ya g luar biasa, Jokowi dan Ganjar bukan apa-apa tanpa PDIP. Semua pengamat tampaknya sepakat dengan pernyataan tersebut. Betulkah demikian?

Menurut pendapat pribadi saya, tidaklah demikian.

1. Jokowi sekarang secara defakto dan dejure adalah Presiden Republik Indonesia. Jokowi seorang maniak yang mampu melakukan perbuatan melawan hukum sejak dari awal kariernya di Solo.

2. Jokowi bukan org yang mudah digertak, setidaknya ia telah belajar banyak menghadapi tokoh-tokoh nasional yang telah bangkotan di ranah perpolitikan Indonesia. Di samping pernah menghadapi SBY, Surya Paloh, Amien Rais dan yang terakhir merasakan kesaktian Jokowi, adalah Prabowo Soebianto yang kini bertekuk lutut di bawah kaki Jokowi, ia juga memiliki banyak pendukung baik relawan maupun tokoh-tokoh lembaga-lembaha resmi negara yang berada di bawah pemerintahannya.

3. Jokowi didukung penuh oleh Taypan-Taypan Tionghoa yang sudah terlanjur banyak melakukan investasi terhadap Jokowi dan juga negeri ini. Para Taypan tsb dipastikan tidak akan rela kehilangan *aset yg sangat berharga yaitu Jokowi* dari permainan politik mereka.

4. Jangan pernah dilupakan faktor Ganjar yang juga dipermalukan justru karen namanya tak disebut-sebut Megawati dalam pidato ultah tsb. Meski mungkin cukup banyak pencitraan dalam menaikkan elektabilitas Ganjar selama ini, setidaknya Ganjar bisa dipastikan Capres paling populer nomor 2 setelah Anies Baswedan. Dan bisa dipastikan juga di samping memiliki pendukung loyal di masyarakat terutama Suku Jawa, ia juga memiliki pendukung di internal PDIP sendiri.

Apa yang mungkin dan bisa dilakukan oleh Jokowi dan Ganjar?

1. Atas bantuan dana tak terbatas para Taypan, Jokowi bersama Ganjar dan pendukung PDIP-nya akan membuat kekacauan di PDIP yang akan berakibat terpecahnya PDIP menjadi 2 kubu, setelah seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya terutama yg berkaitan dengan hukum, diseting menurut kemauannya.

2. Kemudian dia dengan kekuasaannya akan mengkriminilisasi Megawati atau Puan atau keduanya, sehingga PDIP menjadi terkunci tak mampu berbuat apa-apa. Dengan demikian PDIP dengan sangat mudah diambil alih kekuasaannya oleh dirinya sendiri atau Ganjar Pranowo.

3. “PDIP Baru” akan dengan mulus mencalonkan Ganjar Pranowo menjadi Capres RI 2024.

Jangan lupakan faktor Hendro Priyono dan Luhut Binsar Panjaitan.

Kita tunggu saja babak selanjutnya dari Episode HUT 50 PDIP. *PASTI SERU!***

Depok, 14 Januari 2023.