MAKZULKAN JOKOWI PALSU !

24

Akibat penusukan, lukaku masih basah, jahitanku belum siap dibuka, tapi otakku sudah sanggup berpikir dengan jernih !

Meskipun tidak seluruh jalannya persidangan ijazah palsu Jokowi bisa saya ikuti, namun dari analisis pengumpulan keterangan dan pengamatan persidangan di PN Solo, dapat saya tarik kesimpulan bahwa persidangan yang seharusnya mudah dan terang benderang menjadi sulit, rumit, berbelit belit dan amit amit…menjijikkan !

Marilah kita bersama sama berangkat dari Bekerja dengan data, bicara dengan fakta !

Sejak awal sudah membingungkan, para saksi tidak bisa secara tegas melihat atau membuktikan ijazah aseli Jokowi, malah menyimpang jauh, para saksi hanya bersaksi bahwa Jokowi pernah menjabat Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI, yang berasumsi tidak mungkin bisa menduduki jabatan jabatan itu tanpa memiliki persyaratan ijazah aseli

Dengan tidak kuatnya kesaksian ini, semestinya hakim berpikir perlunya menghadirkan ijazah aseli Jokowi, bukanya berpanjang panjang, berliuk liuk mencari masalah lain

Saya mengajak seluruh bangsa ini untuk berpikir komprehensif praktis, agar pikiran, tenaga, waktu dan beaya ini tidak tersita oleh masalah ini

Saudara saudaraku, masya Alloh.. sadarlah, barang kali kita tidak merasakan, namun waspadalah penderitaan yang akan dirasakan oleh anak cucu kita kelak sebagai akibat setidaknya dari 23 kebijakan pemerintahan Jokowi yang benar benar memanjakan TKA dan menindas rakyat sendiri !

Banyak masalah masalah lain yang tengah dihadapi bangsa ini

Maka dengan tetap memperhatikan azas praduga tak bersalah, jika tuntutan diarahkan kepada kepemilikan ijazah palsu, bersegeralah persidangan mengarah pada penuntasan masalah tersebut

Dan jika kepemilikan ijazah palsu Jokowi terbukti, akan berlanjut persidangan atau proses hukum berjalan sebagaimana mestinya

Ini sebagai jalan tepat dan lurus dalam menegakkan kebenaran dan keadilan hukum yang tak pandang bulu

Jangan dikembangkan dan dibelokkan tentang penanganan seharusnya apakah pencemaran nama baik, martabat bangsa dan negara, penanganan oleh polisi, jaksa, hakim bahkan DPR

Jika ini dirunut habislah waktu untuk memakzulkan Jokowi, disusul membludaknya peserta orang orang WNI non pribumi yang siap mendukung kelompok Oligarki dalam perebutan Pilpres 2024 nanti

Oleh karenanya, sekali lagi, tolong hakim jangan mempertontonkan permainan sandiwara yang tidak lucu ini, agar bangsa ini kembali pada jati diri bangsa yang beradzab dan bermartabat

Jika toh kelak terbukti kepemilikan ijazah palsu, tidak berlebihan jika Presiden Jokowi layak dimakzulkan, demi tegaknya hukum dan martabat bangsa Indonesia

( Bandung, 15 Januari 2023, Sugengwaras, purnawirawan TNI AD )