#NGOPIPAGI: MANA YANG BENAR-SEBENARNYA

27
Menikmati kopi Arabika Flores Bajawa di Toko #BIJIKOPIDUNIA234 Jakarta Selatan/ist

CATATAN #NGOPI AENDRA MEDITA 

SAAT ini cari pembenaran rasa yang sebenarnya rada sulit. Keabsurditasnya sangatv tingkat tinggi. Dulu benar dan salah jelas, kini meski benar dan salah nyata kelihatan oleh mata bahkan jutaan mata, tapi putaran rekayasa terlalu banyak di susupkan.

Waktu yang bergulir adalah cara yang nyata, tapi sebenarnya kita tak boleh diam kalau tahu, paling tidak menyuarakan yang sebenarnya, dan itu sudah lumayan atau paling tidak sudah hadir menegakkan kebenaran.

Kebenaran yang hakiki mungkin saat ini jarang diteukan soalnya terllau banyak kepentingan. Tapi memang tak boleh mati karena kebenaran ujungnya adalah kekutan.

Bahkan jika kebenaran sudah sempit ruang dan waktunya makan ini akan bahaya.

Saya ingat ada yang menyampaikan bahwa Kebenaran tidak pernah menjadi tua. Tentu saja karena kebenaran meski perlahan jalan tetap ada di jalur yang sebenarnya, bukan dalam ruang gelap selamanya.

Jika kebenaran itu sebenarnya menyakitkan kalau seandainya  dinyatakan secara jujur. Dan hanya sedikit orang yang dapat menerima kebenaran dengan kejujuran.

Kini saya kuatir jika kebenaran berada pada bibir-bibir diksi dan narasi saja pada manusia. Karena sebenarnya tak akan ada kebenaran jika yang sudah tahu benar itu indah tapi haus akan kerakusan maka kebenaran hanya polesan.

#NGOPIPAGI dulu saya sedang asyik dengan Arabica Flores Bajawa yang setiap seduhannya nikmat. Dan ini bisa disantap di Toko #BIJIKOPIDUNIA234 di kawasan Kebagusan Raya 32.

Nah terkait judul diatas maka yang benar sebenarnya adalaah kopi, karena kopi itu benar pahit dan tak pernah dia merekayasa kebenaran menjadi tidak nyata mengaku tidak pahit. Tapi pada saat ini tertalu banyak yang direkayasa kebenaran menjadi terkubur, semoga segera ada perubahan yang hakiki untuk menuju nilai luhur dan martabatnya.

KEBAGUSAN, JAKARTA 17 Januari 2023