Makzulkan Jokowi jika tidak Mosi Tidak Percaya kepada DPR

91

JAKARTASATU.COM — Awal tahun 2023 mak-mak kembali aktif. Sepertinya The Power of Mak-mak bangkit mereka menamakan dirinya Aksi Aliansi Emak-Emak Bergerak Lintas Provinsi di Gedung DPR-RI (17/1). Pakaian bernuansa merah putih mereka berkumpul didepan Gedung DPR-RI. Menurut mereka 60 orang perwakilan mereka diterima oleh DPR, 2 orang perwakilan dari setiap provinsi.

Cukup banyak tema tuntutan yang mereka usung disampaikan melalui pernyataan tertulis kepada DPR-RI. Ada 11 tuntutan diantaranya Kembalikan Kedaulatan Ketangan Rakyat, Batalkan Perppu Ciptaker, Hentikan Pemilu Curang,Tolak TKA China, Turunkan Harga BBM, Turunkan Harga Bahan Pokok, Tolak UU KUHP yang baru. Disamping mereka juga gantungkan pada poster di mobil komando.

Selagi perwakilan emak-emak diterima DPR oleh Fraksi FKS – DPR. Aksi Emak-emak dilapangan didepan pagar utama DPR tetap berjalan, sebagian emak-emak membawa alat dapur wajan, periuk mereka pukul dengan sendok jadi meriah. Ada emak-emak bergantian berorasi diatas mobil komando.

Ketika seorang ibu yang ada dilapangan aksi kami wawancarai. Emak ini mengaku dari Bandung bernama lengkap ibu Endang Wuryaningsih, alumnus Fak. Hukum Unpad. “Ada 11 tuntutan disampaikan kepada DPR, bagi kami dari Bandung ada tiga hal penting yang kami garis bawahi, karena menyangkut masa depan anak cucu kami”

“Mengenai TKA China yang membanjir dan di anak emaskan oleh pemerintah, kesempatan kerja buat bangsa sendiri direbut, penguasaan tambang oleh asing dikuras tanpa ada keuntungan yang memadai bagi rakyat. Indonesia kembali terjajah, terutama oleh negara China” tegas emak Endang yang juga aktivis Pergerakan 77-78.

“Perppu Cipta Kerja harus dibatalkan, dasarnya sangat lemah tidak ada kegentingan yang memaksa sehingga Perppu tersebut bertentangan dengan Konstitusi, padahal UU Ciptaker sendiri sudah dinyatakan inskonstitusional oleh MK. DPR-RI harus menolak Perppu tersebut, semestinya DPR sudah mengambil langkah memakzulkan Presiden Jokowi. Jika tidak rakyat harusnya menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR,” lanjut emak Ningsih, begitu beliau dipanggil yang juga aktif di KPI (Komite Peduli Indonesia)

Ketika ditanyakan apa alasan lain selain prosedur Perppu harus batal, dijawab oleh ibu Ida Farida “karena Perppu untuk kepentingan pemodal dan investor, rakyat malah ditekan, kewenangan pemda dijarah, Indonesia kembali kejaman Orba”.

“Hal ketiga yang jadi sorotan kami adalah UU KUHP yang baru disyahkan, tadinya kami berharap bisa mengganti UU peninggalan penjajah Belanda, ternyata malah pasalnya lebih menjajah rakyat sendiri. Semua ini berbahaya bagi anak cucu,” ungkap emak Ningsih dengan gemas.

Aksi emak-emak berpakaian nuansa merah putih berakhir tertib, emak Endang Wuryaningsih berangsur kembali kekendaraannya untuk menuju Bandung, “kami harus mengejar waktu agar tidak terkena kawasan ganjil genap, karena mobil kami no genap” kata emak Ida Farida yang menyetir sendiri mobilnya.

Semangat emak-emak, semoga selamat dijalan. Gelora emak-emak berjuang untuk anak dan cucu. Luar biasa. Tidak mengenal pamrih, menyangkut kepentingan anak cucu. The Power of Emak-emak Return.(THN/JAKSAT)