MOROWALI LAUTAN API SEBAGAI PUNCAK GUNUNG ES

940
Kerusahan di Morowali inilah tangkapan gambar/ist

Soal pendatang Cina dalam bentuk tka maupun yang disebut sebagai rumah kedua, keduanya diciptakan oleh para petinggi yang ingin Indonesia selalu rusuh, tapi mereka tetap dapat setoran. Paling tidak ada 2-3 menteri yang terlibat dalam urusan ini, mereka sudah kaya raya sekarang.

Golongan non pri yang dibenci pribumi adalah golongan pengusaha yang kaya raya dan ingin lebih berkuasa lagi. Kelompok ini lebih dikenal sebagai oligarki atau investor politik. Tidak jarang para calon pejabat yang dibiayai oleh mereka, sehingga kelak mereka diberi imbalan fasilitas yang baik. Cikal bakal penghiatan terhadap rakyat pribumi dari sinilah asalnya. Bibit kebencian itu pada dasarnya sudah ada.

Kebencian ini ditambah dengan perlakuan pemerintah dalam menangani tka & non pri semakin menguat. Kemudian ketidak adilan yang secara vulgar diperlihatkan investor RRC dalam membangun “turn key project” akibat kesengajaan beberapa gelintir petinggi, membuat keresahan semakin kuat.

Fakta di PT GNI, Morowali Utara, bahwa kerusuhan itu dimulai oleh tka, segera di tutupi. Yang ditangkap dan yang ditahan seluruhnya adalah karyawan wni. Ketidak adilan ini juga membuat dendam rakyat pribumi semakin kuat. Setidaknya Polisi menetapkan 17 tersangka bentrok antara tka asal Cina dan pekerja lokal PT GNI di Morowali. Mirisnya, semua tersangka adalah pekerja lokal, padahal Tiar anggota Komisi 2 DPRD Morowali Utara, mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan tka Cina terhadap pekerja lokal PT GNI. Aksi mogok tersebut mendapat perlawanan dari tka Cina yang secara beringas memukuli pekerja lokal yang melakukan aksi mogok ini. Hal ini selaras dengan keterangan Kapolda Irjen Rudy yakni terjadi penganiayaan terhadap karyawan TKI yang dilakukan oleh TKA China. (KONTEKS.CO.ID, 16.01. 2023

Pelakuan hukum berat sebelah tentu akan membuat dendam pada tka Cina semakin membara. Dendam ini tidak dapat diselesaikan dengan cara kekerasan karena merupakan masalah sosial. Ancaman, penjara ataupun bedil tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan mengobarkan api yg sudah mau padam. Ini masalah sosial yang menyangkut ketidak adilan dan harga diri.

Polisi jangan sampai salah langkah, karena penanganan polisi ini tidak luput dari perhatian dari seluruh Indonesia atau mungkin di seluruh negeri. Bisa-bisa akibat polisi berpihak pada pengusaha cina asing, ditempat lain bermunculan kasus serupa. Kita berharap polisi tidak bermain api dan bekerja profesional. Demo dan mogok itu hak pekerja, yang mulai anarkis itu yang perlu ditindak. Yang menyiapkan tombak lancip itu yang perlu ditindak.

Ada berita soal perundingan yang macet, TKI dipukuli atau disiksa, tuntutan aksi yang tidak dipenuhi hingga kesenjangan gaji TKA Cina dan TK Indonesia. Apapun sebabnya maka faktor arogansi TKA Cina memang kuat. Maklum pabrik itu “milik” mereka. Investor sebagai “owner”. TKA Cina adalah anak emas investor (RF, 2023) dan sudah tentu anak emas pemerintah juga

Fenomena Morowali menjadi lautan api, hanyalah secercah letupan kecil yang muncul dipermukaan. Apabila salah menangani, tentu akan timbul pada kegiatan proyek RRC yang lain yang melakukan ketidak adilan dan perlakuan lainnya. Ini tanggung jawab pemerintah seutuhnya.

Sudah sejak awal, banyak protes kedatangan tka ini termasuk saat pandemi, ditambah lagi adanya kebijakan “second home base”, tapi pemerintah seolah menantang rakyatnya sendiri, jalan terus bahkan ada menteri yang pasang badan. Dampaknya sekarang sudah mulai terasa dan terlihat. Para petinggi dan pendosa itu, mudah saja kabur ke LN jika di DN dirasa tidak aman, begitu kan logikanya ?

Budi Saks, Republika.co.id, 2023, mendapat info A1 dari orang dalam bahwa memang ada diskriminasi perlakuan sbb :

1. Pekerja China Tiongkok itu bodoh bodoh tidak paham pekerjaannya tapi posisi dan gaji lebih besar dari pekerja pribumi Indonesia.
2. Pekerja China mendapat gaji lebih besar dan fasilitas lebih bagus daripada para pekerja pribumi walau pangkatnya lebih rendah dari pribumi Indonesia.
3. Helm kuning China bahkan berani memerintah helm biru Indonesia.
4. Pekerja pribumi Indonesia dipaksa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harusnya secara job desk adalah bagian kerja para pekerja Tiongkok yang makan gaji buta cuma duduk duduk, makan minum dan perintah perintah Indonesia dengan kasar sok kuasa.
5. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan kerja yang menimpa pekerja Indonesia bahkan hangus terbakar jadi abu.
6. Para pekerja China itu juga tak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia sama sekali.

Akibat ketidak adilan tsb, para pekerja lokal melakukan aksi damai berdemo menuntut persamaan hak dan fasilitas sampai menutup akses keluar masuk pabrik. Akhirnya para pimpinan aksi demo diundang masuk kedalam kantor, tetapi para pimpinan aksi itu dipukuli dan disiksa ramai ramai oleh para pekerja Cina hingga luka luka dan nyaris tewas. Laporan ini sejalan dengan keterangan anggota DPRD dan Kapolda Sulteng, tapi mereka tidak ada yg ditahan ya, sungguh miris sekali

Rupanya tka tsb sudah membekali diri dengan besi besi yang diruncingkan, sebagai senjata. Ada video truck loader menurunkan para pekerja China yang sudah dipersenjatai dan ada juga loader yang mengangkut senjata. Nah jika tka tsb sudah siap dengan tombak, apa artinya ? Mereka sudah siap melawan pribumi Indonesia. Masih dibela ? Ada Hikmah dari kasus Morowali akan terlihat jelas, pejabat mana yang pro rakyat, mana yang pro investor.

Secara ekonomis ada kerugian yang harus dipikul semua pihak yakni 1.9 juta ton x 32.000 usd x Rp 15.000 = Rp 912 trilyun. Padahal biaya produksinya tidak lebih dari 15 usd /ton atau hanya 427 M. Artinya jika investor itu waras, tentu tidak keberatan memenuhi tuntutan pekerja lokal tsb.

Jika saja pemerintah punya integritas, perusahaan ini alihkan saja menjadi bagian dari bumn, sehingga masyarakat lokal dapat bekerja disana dengan baik. Ada Antam dan Inco yg mahir mengelola tambang nickel ini. Cara ini merupakan solusi masalah kecemburuan sosial lebih baik.

Bandung, 18 Januari, 2023
Memet Hakim
Pengamat Sosial
Ketua Wanhat APIB