Adhie Massardi: Megawati Punya Kekuatan Politiknya Masih Bisa Luruskan & Selesaikan Persoalan Bangsa ini

79

JAKARTASATU.COM — Adhie Massardi yang merupakan mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid melihat bahwa pidato Megawati di HUT PDIP ke 50 sangat disayangkan, tetapi belum terlambat, karena “Megawati dengan kekuatan politiknya masih bisa meluruskan untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini. Megawati faham apa yang saya maksud,” jelas Adhie saat ditanya Jurnalis JAKARTASATU.COM, Kamis, 19 Januari 2023 di bilangan Menteng Jakarta Pusat.

Adhie juga menjelaskan bahwa dirinya ingin jelaskan dulu siapa sosok Megawati. Sejak reformasi itu ada tokoh penting di Indonesia yaitu Abdurrahman Wahid, Amin Rais dan Megawati. Hingga kini yang masih eksis secara real politik itu Megawati. Hari ini kekuatan politik itu dikendalikan oleh Megawati, dimana PDIP sebagai partai pemenang pemilu. 95 % kekuatan politik di Indonesia dikendalikan oleh Megawati, ketua Umum partai politik pemenang pemilu.

Namun ketika saya mendengar pidato Megawati di HUT PDIP ke 50, saya merasa prihatin. Pertama, Karena kekuatan politik yang kuat dikendalikan oleh Megawati hanya digunakan untuk ngebully. “Memang, orang-orang yang tidak suka dengan pemeritahan ini merasa senang, merasa terwakilkan, merasa puas,” ujarnya.

Tetapi saya sebagai yang faham politik dan permainan politik, Megawati itu punya kekuatan besar dimana sesungguhnya dia bisa mengubah keadaan yang buruk ini menjadi baik. Bisa meluruskan pemerintahan yang bengkok.

“Jadi saya sangat sedih kenapa Megawati menggunakan power politiknya hanya untuk ngebully. Menurut saya, energi politik ini mejadi sia-sia. Tidak ada manfaatnya untuk bangsa ini. Kecuali memuaskan orang-orang yang senang melihat Joko Widodo dibully,”ungkap Adhi yang juga Ketua Komite Eksekutif KAMI.

Persoalan bangsa kita bukan itu, kita lihat misalnya nepotisme ketua MK dengan Presiden lewat pernikahan adik Presiden dengan ketua MK. Ini akan menimbulkan masalah karena ada KKN, akan ada konflik kepentingan yang terganggu. “Itu sebabnya kebijakan keputusan-keputusan MK yang diragukan oleh masyarakat terkait dengan kewenangan presiden, politik presiden akan menjadi masalah,” bebernya.

Kekuatan besar Megawati, partai harusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih baik untuk bangsa ini yang kebih substansial. Dia kan bisa.

“Saya yakin betul Megawati bisa meluruskan hal-hal yang bengkok dalam ketata negaraan hari ini. Misalnya, sia bisa meminta kepada presiden untuk tidak lagi coba-coba untuk memperpanjang kekuasaan, menambah 3 periode, penundaan pemilu, mengabaikan konstitusi dengan indikator yang kuat, misalnya dia minta presiden untuk menghentikan ini dengan indikator bahwa menteri-menteri yang militan selama ini mendukung perpanjangan masa jabatan oresiden, 3 periode dan penundaan pemilu diberhentikan,” ungkapnya.

Menurut Adhi, jika itu tidak diberhentikan, berarti perintahnya keinginan menteri-menteri, itu diabaikan. Nah kalau diabaikan itu kan berarti menyelesaikan persoalan politik presiden. Dan bisa mengantikan dengan konsentrasi di DPR – MPR. Untuk meluruskan hal-hal yang tidak lurus yang negatif. Yang tidak bisa oleh kita, oleh bangsa ini saya curiga termasuk oleh Megawati sendiri, bahwa pembulian terhadap Presiden Republik Indonesia, ini akan mengganggu kepercayaan dunia Internasional.

“Dengan Presiden dibully seperti itu akan menimbulkan keraguan terhadap pemerintah, apakah pemerintah seperti ini merupakan pemerintahan yang kuat? tanyanya.

Masih kata Adhi apa yang dilakukan Megawati seharusnya yang jauh lebih besar. Ada yang Megawati lupa bahwa Presiden Joko Widodo itu baru saja dinobatkan sebagai pemimpin dunia di acara G-20, dimana para pemimpin negara-negara yang menghadiri G-20 menghormatinya sebagai pemimpin negara.

“Lalu tiba-tiba dibully oleh Megawati. Ini bukan meruntuhkan wibawa personal pemimpin tetapi justru meruntuhkan wibawa bangsa,” tutupnya. (YOS/JAKSAT)