Catatan Kamis Pagi: Ridwan Kamil (RK) Loncat ke Golkar. Berkah atau Musibah?

109
Muslim Arbi Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu/ist

Oleh: Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan

Pagi ini baca berita: Ridwan Kamil masuk Golkar. Saya tertegun. Saya berpikir. Apakah Ridwan Kamil ini semacam Ruhut Sitompul juga?

Di zaman Orba. Ruhut di Golkar. Di era SBY lari Ke Demokrat. Sekarang Ruhut masuk PDIP.

Saat mau jadi walikota. Gubernur Jawa Barat ini. Naik lewat Partai Gerindra. Setalah jadi Walikota Bandung. Dan ikut Pilgub Jawa Barat. Lompat ke Nasdem. Setelah jabatan Gubernur dan jelang Pilpres 2024. Ridwan Kamil lompat ke Golkar.

Saya hanya terheran heran dengan prilaku politik seperti ini. Partai hanya jadi batu loncatan untuk ke kuasaan. Tidak setia pada Partai yang telah memberi nya kekuasaan.

Saya hanya bertanya. Apakah seperti itu Partai Politik kita. Partai politik hanya produsen kutu loncat doang? Tidak setia pada ideologi partai. Hanya setia pada kepentingan dan setia pada kekuasaan. Di zaman Orba saja. Orang jadi kutu loncat punya rasa malu dan sungkan. Selama ini yang publik catat: Ruhut yang berkelakuan kutu loncat. Dan sekarang Ridwan Kamil jadi pengikut Ruhut Sitompul.

Hanya demi kekuasaan. Partai hanya alat saja. Setelah berkuasa. Partai yang membesarkan nya di buang. Saya tidak paham dengan moral politik semacam Ridwan Kamil ini.

Partai yang menjadi kan nya berkuasa saja di buang seperti sampah. Tidak ada ideologi partai yang ada ideologi kekuasaan. Sulit memahami pemburu kekuasaan seperti ini?

Saat ini Gubernur Jawa Barat itu lompat ke Partai Golkar. Mumpung jelang pilpres. Golkar menerima Kang Emil sapaan akrab kawan-kawannya.

Ridwan Kamil yang bukan kader Golkar itu langsung di dapuk jabatannya sebagai wakil ketua Partai? Apakah di Golkar memang tidak ada lagi kader yang berkeringat membesarkan Golkar selama ini?

Jangan-jangan situasi politik yang serba tidak menentu ini. Setelah di Golkar. Ridwan Kamil bisa merebut jabatan Ketua Golkar dan Erlangga yang saat ini sebagai Ketum Golkar akan di tendang.

Bisa jadi setelah di Golkar. RK akan tinggal kan dan Golkar sebagaimana dia lakukan terhadap Gerindra dan Nasdem?

Dan tidak kah trik politik RK ini di nilai publik. Ko Golkar mau menampung RK? Sebagaimana pengalaman pahit yang di alami Gerindra dan Nasdem?

Spekulasi politik dan demi kekuasaan bisa saja. Ada aktor politik nasional yang dekat dan berada di pusat kekuasaan. Memainkan mainan ini dan menjadikan Ridwan Kamil sebagai wayang nya dan akan merebut kepemimpinan Golkar dengan cara demikian?

Jadi kehadiran Ridwan Kamil ini akan jadi berkah buat Golkar atau jadi musibah bagi Golkar dan Ketua Umumnya? Karena bisa jadi Golkar hanya jadi kendaraan politik Ridwan Kamil untuk maju Pilpres untuk ambisi dan syahwat politiknya. Sebagai mana yang di lakukan terhadap Gerindra dan Nasdem. Saat mau maju Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat?

Depok, 19 Januari 2023