Hindari “POLITISASI PSSI”

66

Hindari “POLITISASI PSSI”

Oleh Wawan Leak
(Pemerhati Demokrasi dan Aktivis Senator ProDem)

Disetiap kontestasi pemilihan Ketua Umum, baik dilingkup politik sosial, budaya pun juga lingkup olah raga, selalu saja sebatas menjadi media antara guna mendapatkan kuasa. Dan dengan media antara posisi Ketua Umum, akan mendapatkan dukungan dari bawahannya.
Pun juga dengan majunya Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Ketua Umum PSSI.

Memang tersiar kabar bahwa Erick Thohir pernah menduduki posisi penting di salah satu club bola di Europa, sehingga menjadikan dirinya percaya diri untuk maju di konstestasi Ketua Umum PSSI.

Penulis ingin mengajak dulu untuk membedah tentang dunia bola, baru ke organisasi PSSI. Olah raga sepak bola adalah salah satu olah raga yang banyak peminatnya, sehingga pas kalau sepak bola adalah cabor olah raga yang merakyat. Sehingga banyak dijumpai kejuaraan sepak bola antar kampung di moment-moment tertentu. Sehingga terjawab bahwa untuk soal pemain, logikanya kita tidak perlu kesulitan.

Sepanjang organisasi yang berkompeten dengan masalah sepak bola mempunyai komitment tentang kemajuan sepak bola di Republik ini.
Sepanjang yang menahkodai PSSI punya komitment untuk kemajuan sepak bola, pasti akan terjawab prestasi sepak bola di Indonesia.

Di lapangan sepak bola, penulis analogikan sebuah orchestra musik. Karena ada yang berperan menjadi wasit, penjaga garis. Belum lagi di luar lapangan, ada komite wasit dll. Dan di lingkup pemain bola sendiri ada peran sebagai kiper, striker dan beberapa posisi lagi. Sehingga sangat dibutuhkan seorang deligent yang piawai, dan yang terpenting punya komitment tentang sepak bola secara murni. Artinya organisasi sepak bola tanah air (PSSI), musti aman dari segala bentuk intervensi politik.

Kita pernah mengalami kejayaan sepak bola tanah air, dan kala itu tidak ada peran politisasi.
Murni semua untuk kegiatan olah raga sepak bola.

Kembali dengan majunya Menteri BUMN Erick Thohir, yang konon kabarnya sudah mendapat restu dari Presiden Jokowi, ini sama saja dengan kita akan dihadapkan dengan politisasi bola.
Dan kalau memang Erick Thohir maju kontestasi Ketum PSSI, dia musti berani tanggalkan jabatan Menteri BUMN.

Karena PSSI akan menjadi legitimasi tidak sehatnya BUMN, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa BUMN tidak mununjukkan kinetja yg sehat. Karena sudah menjadi sapi perahan politisi. Bisa dibayangkan bagaimana kelak PSSI kedepan, ya akan menjadi legitimasi politisi memerah BUMN.

Dan ketika politisi memegang jabatan penting di dunia olah raga apapun, dipastikan sportivitas akan terkoyak. Yang muncul hanya, bagaimana jatuhkan lawan, dengan segala cara.***