Hari ke 35 Serangan Gaza, Serangan Israel Menarget Rumah Penduduk dan Rumah Sakit

JAKARTASATU.COM— Muhammad Husein, aktivis kemanusiaan di Gaza Palestina dalam telewicara dengan TVOne (11/11 waktu Gaza)  menyampaikan masih terdengar suara bom,  drone teris berputar-putar di atas, bunyi deru pesawat Israel. Selama 24 jam terjadi serang-serangan baik itu udara dan tembakan di darat yang mentarget sejumlah wilayah penduduk. Ada beberapa wilayah pemukiman berserta penghuninya dihancurkan di jalur Gaza bagian selatan dan Utara.

“Rumah sakit- rumah sakit har ini benar-benar menjadi target serangan sangat intens ke beberapa rumah sakit termasuk rumah sakit Indonesia di Gaza Utara dan rumah sakit Asyifa yang merupakan rumah sakit utama dan terbesar di jalur Gaza, ” ujar Husein

“Sudah mencapai 20 rumah sakit yang harus ditutup akibat kerusakan serangan namun ada beberapa rumah sakit berfungsi namun tidak beroperasi secara maksimal karena benar-benar sudah kehabisan daya termasuk rumah sakit Indonesia,” imbuhnya

Husein katakan sejak hari Jum’at 10 November 2023 sudah diumumkan tidak ada lagi bahan bakar untuk mengoperasikan listrik dan terakhir rumah sakit Al Quuds di wilayah Selatan kota Gaza sudah kehabisan bahan bakar.

“Nah sebetulnya masih ada namun tidak cukup daya yang dihasilkan  dari solar, penel solar yang juga tidak semua berfungsi karena kerusakan akibat serangan roket Israel,” ungkapnya

“Jadi banyak unit dan depertemen di berbagai rumah sakit yang tidak berfungsi,” imbuhnya

Di rumah sakit Syifa misalnya lanjut Husein,  unit untuk persalinan tidak bisa digunakan karena sudah terkena bom begitu juga unit bedah tidak bisa difungsikan. Rumah sakit Indonesia yang banyak ruangan hanya tinggal 5 ruangan yang bisa digunakan diantaranya ruang UGD.

“Jadi rumah sakit sudah seperti puskesmas fungsinya. Karena tidak ada fasilitas yang mencukupi atau memadai untuk merawat para korban luka yang datang ke rumah sakit,” terangnya

Bantuan mask ke Gaza kata Husein, di hari ke 35 ini masuk sekitar 7 truk  yang berhasil masuk ke Gaza membawa logistik makanan ringan sementara obat baru beberapa truk itupun sedikit secara minimal karena resiko yang masih tinggi di area Gaza.

“Jadi baru rumah sakit di wilayah Selatan yang mendapatkan pasokan bantuan obat-obatan medis,” ujar Husein

Sementara rumah sakit di wilayah tengah Utara belum bisa disentuh jelas Husein karena bombardir yang tidak kunjung berhenti dari arah udara yang dilakukan oleh pesawat tempur Israel.

Beberapa dokter Eropa datang melalui pintu berbatasan di wilayah Utara jalur Gaza namun itu tidak berpengaruh banyak, yang dibutuh tidak hanya tim medis tapi fasilitas medis dan obat-obatan yang sudah semakin langka obat-obatannya. (Yoss)