Kampanye di Sintang, Anies Tidak Ingin Kapuas Raya Tertinggal

JAKARTASATU.COM– Capres nomor urut 1 Anies Bawedan berkampanye di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (7/2). Kedatangannya disambut hangat oleh warga mulai sejak mendarat di Bandar Udara Tebelian hingga menginjakkan kaki di tempat berlangsungnya kampanye akbar di eks Lapangan Terbang Susilo, Sintang. Warga berebut untuk berjabat tangan dengan Anies.

Dalam orasinya Anies menyampaikan rasa takjub terhadap sambutan masyarakat Sintang. Masyarakat bahkan memilih bertahan di bawah terik matahari dari pagi sampai siang.

“Dari jam berapa di sini? Jam 7 dan tetap bertahan? Panas gak di sini? Panas dan semua tetap bertahan. Apakah semua yang ada di sini karena bayaran? Apakah ada yang datang karena bayaran? Emang kalau dilihat ini adalah wajah-wajah yang tidak bisa dibayar,” tegas Anies yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Anies menegaskan, masyarakat berkumpul di lapangan eks Lapangan Terbang Susilo, Sintang, karena menginginkan terjadinya perubahan. Masyarakat yang menuntut terjadinya perubahan semakin bertambah.

“Kita merasakan Indonesia hari ini adalah negeri yang penuh dengan ketidakadilan, penuh dengan ketimpangan, penuh dengan ketidaksetaraan. Apakah ini boleh diteruskan? Apakah ini perlu dibiarkan? Kita butuhnya perubahan,” kata Anies meniru teriakan massa yang menginginkan perubahan.

Menurut Anies, Kabupaten Sintang merupakan salah satu daerah yang membutuhkan perubahan.
Gubernur DKI periode 2017-2022 itu bertekad menghadirkan Indonesia yang menghadirkan kesempatan yang sama bagi semua daerah.

“Kita tidak ingin masyarakat Kapuas Raya (nama calon provinsi baru di Kalimantan) ini tertinggal terus menerus. Kita ingin Kapuas Raya ini merasakan maju berkembang. Tidak kalah dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” ujar Anies.

Capres dari Koalisi Perubahan itu menyatakan salah satu hal yang perlu dibenahi untuk memajukan wilayah Kapuas Raya adalah manajemen pemerintahannya.

“Kita ingin pelayanan administrasi pemerintahan lebih efektif dalam melayani masyarakat dengan cara menjauh dari ibu kota provinsi hari ini. Mereka (masyarakat) memiliki aspirasi tentang Provinsi Kapuas Raya, dan kami dalam visa misi menegaskan bahwa memang ada provinsi di Indonesia yang pengelolaannya tidak setara,” tandas Anies. (Yoss)