Aksi simpati
Aksi simpati "PEMILU DAMAI, TANPA KECURANGAN" Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ)

Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) Gelar Aksi Simpati “Pemilu Damai, Tolak Pemilu Curang!

JAKARTASATU.COM — Besok (14/2) nanti seluruh rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menuju TPS untuk memberikan suaranya untuk Pilpres, serta pemilihan DPR, DRPD, dan DPD.
Memang semestinya, pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. Namun saat ini, harapan tersebut justru dibayang-bayangi oleh akan terjadinya kecurangan dalam pemilu 2024.
Apalagi bayang-bayang kecurangan itu sudah terlihat sejak tahapan pemilu dimulai dari pendataan pemilih, dimana ditemukan 50 juta data pemilih fiktif, dirubahnya peraturan syarat umur maju sebagai capres dan cawapres oleh MK yang terbukti melanggar etik hakim konstitusi, tendensi ketidaknetralan TNI/Polri serta kepada daerah, keberpihakan presiden RI kepada salah satu calon, dan terakhir adalah terjadinya pelanggaran kode etik ketua KPU dalam proses penerimaan cawapres Gibran.
Dus, bayang-bayang ini mengarah kepada kekhawatiran sejumlah pihak terhadap berjalannya pemilu secara curang sehingga berpotensi menimbulkan chaos.
terkait hal tersebut, Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) dalam aksi simpati bertajuk “PEMILU DAMAI, TANPA KECURANGAN”, yang dgelar Selasa, 13 Februari 2024 di  KPU RI menyerukan:
1. Menghentikan segala bentuk upaya tendensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024, karena kecurangan dalam pemilu adalah kematian bagi demokrasi di Indonesia.
2. Presiden Joko Widodo untuk dapat memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung Jujur dan Adil.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk ikut berperan aktif memastikan pemilu 2024 berjalan tanpa kecurangan dengan ikut mengawasi dan mengawal suara dari mulai TPS, Kelurahan, Kecamatan, KPUD sampai tingkat KPU RI.
“Hidup demokrasi, Pemilu Dama Tanpa Kecurangan,” pungkas Asep Firdaus yang menjadi Korlap Aksi. |WAW-JAKSAT