Aksi Front Rakyat Semesta, Tiga Tuntutan Rakyat

JAKARTASATU.COM— Rakyat Semesta gelar aksi di Depan Gedung DPR  dihadiri para tokoh May Jend Purn Soenarto, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Ahmad Yani SH, Said Didu, Anton Permana, Eggi Sudjana.

Tokoh lainnya Dr. Legisan Samtafsir,  M. Syahyan M.I.Kom, Dra Nurul Wardani, Dhio Subarnanasrie,  Lukman Abidin SH,  Sugiharto M.Ag, Chandra Prabantoro.

Para tokoh ini berdasarkan jadwal dalam. undangan berorasi di depan Gedung DPR RI menyuarakan tuntutan, Tri Tura, Tiga Tuntutan Rakyat : 1. Turunkan Harga Sembako. 2. Dukung Hak Angket dan Diskualifikasi 02. 3. Makzulkan Jokowi.

Sejak pukul 10 pagi pantauan Jakartasatu.com massa yang mengatasnamakan Rakyat Semesta   berbagai elemen masyarakat liarnkota dan dalam kota jabidetabek, buruh, mahasiswa, masyarakat sipil dan pensiunan jendral dll mulai berada di lokasi.

Pada pukul 12 waktunya sholat Jum’at, massa laksanakan sholat Jum’at diimani ketua DPP Gerakan Nasional Gemilang Legisan Samtafsif, dilanjutkan dengan khotbah Jum’at,  di pelataran Gedung DPR DI. Usai sholat Jum’at, massa mulai berdatangan.

Tokoh dalam aksi ini orasi bergantian sampaikan  terkait hak angket yang merupakan hak yang dilindungi konstitusi  dan undang-undang.

Marwan Batubara dalam orasinya mengatakan ternyata Joko Widodo telah melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi dan amanat reformasi maka kami akan terus menyuarakan dan rakyat akan terus menggelorakan mulai hari ini sampai hari-hari ke depan agar Jokowi segera mundur atau dilengserkan. Makzulkan Jokowi…makzulkan Jokowi.

Refly Harun sampaikan orasinya menuntut hak angkat.

“Kami disini berkumpul menuntut hak angket untuk mengembalikan pemilu yang jujur dan adil,” ujar Refli di atas mobil  komando aksi.

“Teruskan kegiatan parlemen jalanan ini,” seru Refli Harun di hadapan hampir 1000 massa

“Karena ini adalah perjuangan konstitusional,” imbuhnya.

“Bapak-bapak pengaman para aparat, ini adalah aspirasi rakyat yang dilindungi oleh konstitusi dan undang-undang. Jangan dilarang tapi diamankan,” kata Refli.

“Kalau Jokowi serukan untuk dimakzulkan, ada ayatnya dalam konstitusi. Dimakzulkan itu boleh,” tandas Refli.

Hingga pukul 15.30, massa pendukung hak angket terus berdatangan. Polisi pun dikerahkan pengamanan sejumlah 2590 personel gabungan untuk mengamankan  kawasan DPR MPR.

Pada waktu yang bersamaan digelar aksi massa dari kubu yang menolak hak angket mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Jaga Jakarta Jaga Indonesia.

Aksi dua kubu dibatasi blokade barisan polisi. Aksi dua kubu berjalan kondusif. (Yoss)