japannews.yomiuri.co.jp
japannews.yomiuri.co.jp
JAKARTASATU.COM — Film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap praktik kecurangan menjelang Pemilu 2024 telah menarik perhatian media luar negeri. Sejumlah media asing telah melaporkan tentang kontroversi yang dipicu oleh film tersebut. Di Inggris, The Guardian mempublikasikan artikel berjudul Indonesia election: president criticised over alleged interference on behalf of Prabowo yang membahas hal ini.
Media dari negara tetangga juga ikut membahas Dirty Vote. Di Malaysia, The New Straits Times memberitakan tentang film dokumenter tersebut dengan judul “Indonesia documentary ‘Dirty Vote’ claims Jokowi improperly backed election favourite”.
Dirty Vote semakin mendapat perhatian global dengan liputan dari REUTERS yang mengangkat demonstrasi mahasiswa di Indonesia yang menentang dugaan intervensi dalam pemilu oleh pemerintahan Jokowi. Kantor berita Agence France-Presse (AFP) juga menyoroti Dirty Vote melalui artikel berjudul “Indonesia documentary claims Widodo improperly backed election favourite”.
Berita yang disampaikan di laman The Standard, Hong Kong, juga menyoroti bahwa Jokowi telah meningkatkan bantuan sosial (bansos) dan melakukan kampanye terselubung untuk mendukung kandidat Prabowo-Gibran yang akan melanjutkan kebijakan-kebijakannya. Berita dari AFP juga menambahkan bahwa meskipun tidak ilegal bagi seorang presiden di Indonesia untuk mendukung seorang kandidat, namun dukungan yang diungkapkan oleh Widodo kepada Subianto telah menimbulkan kontroversi karena jarang terjadi presiden yang secara aktif mendukung suksesor mereka. |WAW-JAKSAT