Connie Rahakundini Bakrie  Sebut Mr. X Soal Kenaikan Pangkat Prabowo Subianto

JAKARTASATU.COM— Presiden Jokowi kembali menjadi sorotan publik terkait penganugerahan  kenaikan pangkat kepada Capres nomor urut 2 Letnan Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto yang juga merupakan  ketum Partai Gerindra. Prabowo akhirnya menjadi bintang 4.

Ada sejumlah 22 LSM terkait pengaugeahan tersebut sebab sejak masa lalu Prabowo di tahun 1998 diberhentikan dari TNI oleh panglima TNI waktu itu ABRI Jendral Wiranto terkait penculikan aktivis.

Pengamat pertahanan dan militer Connie Rahakundini Bakrie menyebut kenaikan diberikan kepada prajurit, jendral TNI yang masih aktif.

“Sekali lagi menurut saya kenaikan pangkat kehormatan diberikan kepada prajurit, jendral yang masih aktif bukan kepada Jedral TNI Purnawirawan.” ujar Connie dalam acara Crosscheck di channel Medcom. dengan tema ‘Connie Rahakundini Sebut Mr X Soal Jenderal Prabowo’, pada Minggu, 3 Maret 2024.

“Belum ada perubahan peraturan penganugerahan pangkat kehormatan kepada TNI Purnawirawan,” imbuhnya

Connie Rahakundini Bakrie menyebut kenaikan pangkat jenderal kehormatan untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah lama direncanakan. Dia mendapatkan informasi itu dari orang dekat ketua umum Partai Gerindra tersebut.

“Rupanya jika mendengar pernyataan dari Mr X, maka itu adalah hal yang memang sudah lama diproses sejak era Pak Andika Perkasa melampaui eranya Pak Yudho Margono, kemudian melampaui eranya sekarang Pak Subianto yang kemudian melakukannya,” kata Connie.

Connie meyakini informasi ini akurat. Sebab, informan ini langsung memberitahukannya tanpa diminta.

“Mr X ini menghubungi saya ‘Kakak, Kakak mesti tahu, sebenarnya Pak Prabowo itu tidak mendadak’, (saya jawab) ‘oh terima kasih saya bilang kalau saya diberi tahu’,” ujar Connie.

Menurut informasi yang didapatkan, rencana kenaikan pangkat untuk Prabowo terjadi sekitar 2022. Saat itu, TNI masih dipimpin oleh Andika Perkasa.

Jadi, menurut Mr X, beliau itu sudah dipropose mendapatkan gelar Jenderal Kehormatan itu di era Panglima Andika Perkasa, ini informasi penting nih,” ujar Connie.

Namun Connie mengaku belum mengonfirmasi informasi itu ke Andika langsung. Sebab, sedang berada di luar negeri.

” Saya belum sempat reconfirm ke Pak Andika apakah ini betul apa tidak tinggal nanti reconfirm,” ujarnya.

Menurut pengakuan dirinya dihubungi beberapa petinggi militer setelah informasi ini dipaparkan Mr X.  Sejumlah pejabat yang namanya dirahasiakan itu memintanya membaca Pasal 33 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Ada beberapa hal yang mesti dicatat. Saya tuh kemudian dihubungi oleh beberapa petinggi militer yang menyatakan ‘Bu Connie tolong Pasal 33 ayat 1 Undang-Undang 20 Tahun 2009’,” jelas Connie.

Pasal itu menjelaskan hak yang diberikan negara untuk penerima gelar penghormatan. Connie menyebut ada fasilitas khusus bagi penerima yang masih hidup.

“Ini kan menarik, nomor tiganya nih ayat satu untuk penerimaan tanda jasa dan tanda kehormatan yang masih hidup dapat berupa pengangkatan atau kenaikan pangkat secara istimewa, pemberian sejumlah uang sekaligus berkala, dan hak protokol dalam acara resmi atau kenegaraan,” terang Connie.

Connie menilai ada keanehan dalam pengangkatan Prabowo dengan beleid yang berlaku. Sebab, aturan yang ada tidak memerinci penerima jenderal kehormatan boleh purnawirawan atau tidak.”

“Jadi, antara yang sudah, yang berhak disampaikan tadi, ini tidak digambarkan bahwa orang itu lebih rincinya sudah pensiun atau tidak, tapi, nyatakan ini yang masih aktif, yang masih hidup, itu dapat dinyatakan karena masih hidup dan walaupun purnawirawan, dan boleh ini,” tutur Connie. (Yoss)