ig@princeaandprincessofwales
ig@princeaandprincessofwales

Kegagalan Penyelesaian Skandal “Katespiracy” Melalui Foto Editan, Detail Itu Vital

Oleh: WA Wicaksono
Storyteller, Analis Iklan dan Pencitraan
Sudah cukup lama, Kate Middleton, Putri Wales atau Putri Utama kerajaan Inggris tidak muncul di depan publik. Tentu saja hal ini menjadi masalah serius. Pasalnya update kondisi dan informasi mengenai anggota kerajaan, dianggap penting bagi khalayak dan media di Inggris. Dus, absennya Kate ke publik dalam waktu lama dipandang mencurigakan, apalagi saat ini kerajaan Inggris tengah dirundung berbagai masalah dan diterpa berbagai isu negatif setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II serta mundurnya Harry & Megan dari keluarga Kerajaan. Putri Kate sendiri juga tengah menjadi point of Interest dalam isu terkait dengan gosip keretakan rumah tangganya serta statusnya dalam Royal Family.
Memang setelah perayaan Natal 2023, pihak Istana sempat merilis kabar bahwa Kate akan menjalani operasi perut di Januari 2024 kemarin. Karena Istana tidak menjelaskan secara rinci apa sebenarnya penyakit yang diderita Kate, akhirnya bermunculanlah isu-isu liar yang  memunculkan istilah “Katespiracy”. Saking sadisnya isu yang beredar sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Kate sebenarnya telah meninggal dunia.
Mungkin sebagai antisipasi untuk meredam isu-isu liar yang semakin sadis itulah maka melalui akun Instagram The Prince and Princess of Wales, (10/3) pihak kerajaan memposting sebuah foto Kate bersama anak-anaknya yang konon dipotret sendiri oleh pangeran William.
Dalam foto keluarga itu, nampak Kate tengah duduk dan dikelilingi tiga anaknya, yaitu George Alexander Louis, Charlotte Elizabeth Diana, dan Louis Arthur Charles. Unggahan foto ini juga dilengkapi caption “Terima kasih atas harapan baik Anda dan dukungan yang terus-menerus selama dua bulan terakhir. Selamat Hari Ibu kepada semua orang.”
Karena ini merupakan kemunculan pertama Kate semenjak Natal 2023, sontak foto ini pun kemudian ramai-ramai direpublikasi oleh media-media massa.
Namun bukannya meredam gelindingan isu “Katespiracy” yang terus bergulir liar, postingan foto ini pun segera memicu polemik yang lain. Selang beberapa jam setelah rilis foto tersebut tersebar, photo agencies dan kantor berita besar seperti Associated Press, Reuters, Agence France-presse (AFP) mengeluarkan pernyataan yang menghebohkan.
“It appears that the source has manipulated the image,” tuding AP. Tudingan tersebut kemudian mereka beberkan dengan menunjukkan adanya “ketidakkonsistenan dalam penempatan” lengan Charlotte.
“Jika diperiksa lebih dekat, tampaknya sumber telah memanipulasi gambar itu,” jelas AP yang kemudian menyatakan foto itu telah dimanipulasi “dengan cara yang tidak memenuhi standar foto AP.”
Adapun CNN mengungkapkan setidaknya dua area dalam foto yang menunjukkan potensi adanya manipulasi tersebut. Area tersebut adalah manset lengan Putri Charlotte, dan ritsleting di sisi kiri jaket Kate.
Selanjutnya, Reuters juga mengungkapkan adanya sampul tidak sejajar yang cukup menjadi bukti bahwa foto telah diubah dari aslinya.
Sebagai reaksi atas manipulasi tersebut, Agence France-Presse (AFP) segera menarik foto itu dari situs degan catatan karena “masalah editorial.”
“Telah terungkap bahwa foto selebaran ini yang dikeluarkan Istana Kensington hari ini mengenai Putri Wales dan anak-anaknya telah diubah dan oleh karena itu ditarik dari sistem AFP,” tulis AFP.
Nampaknya bombardir tudingan media massa tersebut tak bisa dibantah lagi maka melalui akun ‘X’ Kensington Palace, akun resmi kerajaan Inggris untuk Pangeran William dan Kate Middleton, Kate segera memberikan pengakuanya.
“Like many amateur photographers, I do occasionally experiment with editing. I wanted to express my apologies for any confusion the family photograph we shared yesterday caused. I hope everyone celebrating had a very happy Mother’s Day.”
Sayangnya masalah tidak tuntas dengan pengakuan jujur Kate di medsos tersebut. Publik tidak percaya begitu saja bahwa itu adalah cuitan Kate. Mereka mendesak Kate untuk menyampaikan permintaan maaf lewat video dirinya yang notabene dianggap lebih menunjukkan kondisi Kate yang sesungguhnya sekarang ini. Bahkan terkait hal ini, beberapa aktivis di Inggris juga menyarankan agar kerajaan memecat humas yang mereka pekerjaan sekarang ini.
Detail Itu Vital
Skandal ini mengingatkan kita pada pentingnya detail dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam komunikasi massa. Sebuah kesalahan kecil dalam pengeditan foto mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa sangat besar. Publik percaya bahwa apa yang mereka lihat adalah kebenaran, dan ketika kepercayaan tersebut dikhianati oleh ketidakakuratan, dampaknya bisa merusak integritas seseorang atau bahkan sebuah institusi.
Kasus “Katespiracy” juga menggarisbawahi bahwa masalah detail bukan hanya tentang kebenaran visual, tetapi juga tentang kepercayaan dan reputasi. Keluarga kerajaan Inggris merupakan figur publik yang harus mempertahankan citra yang tak ternoda. Kesalahan dalam detail seperti ini bisa merusak tidak hanya citra pribadi Kate Middleton, tetapi juga citra keseluruhan institusi kerajaan.
Tak jarang, hal-hal kecil seperti kesalahan dalam foto editan bisa menjadi pemicu untuk ledakan masalah yang lebih besar dan serius. Ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam setiap langkah, terutama dalam hal yang berkaitan dengan komunikasi publik.
Dalam era di mana informasi tersebar dengan cepat dan luas melalui media sosial dan internet, kesalahan satu detail saja bisa menjadi bahan bakar untuk memicu kehebohan massal. Oleh karena itu, menjaga ketelitian dan keakuratan dalam setiap komunikasi, terutama yang berkaitan dengan publik, adalah suatu keharusan.
Kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari skandal “Katespiracy” ini: bahwa detail itu vital. Sebuah kesalahan kecil dalam detail bisa berdampak besar, bahkan pada hal-hal yang paling tak terduga sekalipun. Maka dari itu, dalam berkomunikasi, baik dalam skala pribadi maupun publik, tak boleh ada yang dianggap sepele. Keseluruhan gambaran harus diperhatikan dengan cermat, karena seringkali, ibarat sebuah puzzle, kebenaran sejati bisa ditemukan dalam potongan-potongan detail yang kecil namun penting. Tabik.