Akun Admin Rizal Ramli : Pesan Gus Dur, Bikin Petani Senang

JAKARTASATU.COM– Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengembuskan napas terakhir dalam usia 69 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Selasa (2/12024) malam. Kini bulan Maret 2024, artinya tokoh nasional yang gigih kritis terhadap kebijakan pemerintah  yang dianggapnya tidak pro rakyat termasuk pro petani.

“Meski Almarhum telah tiada namun perjuangan membela rakyat masih dilanjutkan oleh kawan-kawan seperjuangan. Mereka masih berkumpul melakukan pertemuan dan kegiatan Aksi mengkritisi rejim yang berkuasa. Menurut Syafril Sjofyan sahabat seperjuangannya yang sama-sama dipenjara tahun 1978 ketika melawan rejim tirani otoriter Orba,” kata Syafril Sofyan saat dihubungi wartawan Jakartasatu, Ahad (17/3/2024.

Rizal merupakan seorang Ekonom dan paham Politik Nasional dan Internasional diakui oleh Dunia ketika duduk sebagai panel Ekonomi PBB bersama beberapa Tokoh pemegang Nobel.

Almarhum pernah berada di dalam kabinet pada era Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan periode pertama pemerintahan Presiden ketujuh RI Jokowi.

Pada masa kepresidenan Gus Dur, Rizal pernah menjabat sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian hingga Menteri Keuangan. Lalu, di periode pertama pemerintahan Jokowi almarhum pernah diangkat menjadi Menko Bidang Kelautan (Maritim).

Pada hari Ahad 17 Maret 2024, muncul kembali akun X-nya (dulu Twitter/red) dengan unggahan oleh admin.

“Rizal Ramli selalu ingat dan pegang pesan Gus Dur ketika pertama kali diberi amanah untuk menjadi Kabulog, “bikin petani senang”. Demikian tulis admin di akun almarhum @ramlirizal , Ahad, 17/3/2024.

“Pesan itu yang terus diperjuangan oleh Rizal Ramli agar rakyat di negeri yang diberi kelimpahan sinar matahari, air, tanah subur dan rakyat yang rajin bekerja bisa memperoleh keadilan dan kemakmuran,” sambung admin.

Kemudian unggahan dalam bentuk screenshot bertuliskan sebagai berikut :

Sejak memasuki pandemi Covid19, Rizal Ramli menilai seharusnya pemerintah mendorong petani agar meningkatkan produksi lahannya melalui ebijakan harga atau pricing policy.

Kebijakan penetapan harga tersebut dapat dilakukan dengan menjaga rasio antara gabah dan pupuk 3:2.

“Pricing policy bisa dilakukan dengan menjaga rasio antara gabah dan pupuk, sehingga, pada masa-masa tertentu, negara tidak lagi bergantung terhadap komoditas luar negeri,” kata Rizal Ramli, dikutip ketik.co.id, (Rabu 4/10/2023). (Yoss)