Laporan Ismail Al-Ghoul dari Al-Jazeera pada 18 Maret 2024, di depan rumah sakit Al-Shifa Kota Gaza. (Tangkapan layar: Al-Jazeera)
Laporan Ismail Al-Ghoul dari Al-Jazeera pada 18 Maret 2024, di depan rumah sakit Al-Shifa Kota Gaza. (Tangkapan layar: Al-Jazeera)
JAKARTASATU.COM — Buletin mingguan dari Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), The Torch yang menyajikan berita-berita kebebasan pers dan keselamatan jurnalis terkini dari seluruh dunia, mengabarkan bahwa pada Senin malam (18/3) kemarin, reporter Al-Jazeera Ismail Al-Ghoul akhirnya dibebaskan oleh pasukan Israel, IDF, setelah ditahan selama hampir 12 jam.
Dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera, Al-Ghoul menceritakan bagaimana dia dan beberapa jurnalis lainnya diserang oleh tentara IDF, yang menurutnya menghancurkan tenda jurnalis dan merusak peralatan serta kendaraan pers mereka.
Tentara IDF juga melakukan perlakuan kasar terhadap para jurnalis tersebut. Dikisahkan Al-Ghoul bagaimana para jurnalis diperintahkan untuk menanggalkan pakaian mereka dalam cuaca dingin kemudian ditutup matanya serta diborgol di sebuah kamar di rumah sakit Al-Shifa.
“CPJ menyambut baik pembebasan jurnalis Al-Jazeera Ismail Al-Ghoul dan beberapa jurnalis lainnya yang diserang dan ditahan oleh Israel pada hari Senin, namun kami tetap sangat prihatin bahwa mereka dilarang meliput operasi militer besar, sehingga tidak memberikan mereka hak kebebasan pers,” ujar Direktur Program CPJ Carlos Martínez de la Serna. |WAW-JAKSAT