Tingkatkan Keselamatan Mudik Lebaran: Maraknya Terminal Bayangan di Jakarta Membahayakan Penumpang!

JAKARTASATU.COM— Dalam menyambut momen yang penuh kebahagiaan, yaitu masa mudik Lebaran, Yosua Manalu SH, anggota Dewan Transportasi Kota
Jakarta (DTKJ) dan perwakilan dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, ingin memperingatkan masyarakat, khususnya warga Jakarta, akan ancaman serius yang mengintai di musim mudik Lebaran ini. Demikian rilis diterima Redaksi, Jum’at, 22/3/2024.

Maraknya terminal bayangan di Jakarta menjadi sorotan utama menjelang musim mudik Lebaran. Terminal bayangan, yang merupakan tempat keberangkatan bus penumpang umum di lokasi tertentu di luar terminal resmi, kini menjadi sumber kekhawatiran serius bagi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Terminal bayangan, yang beroperasi tanpa pengawasan dan kontrol yang memadai, telah menjadi penyebab kekhawatiran besar bagi keselamatan penumpang dan kelancaran arus transportasi.

Dengan momen mudik Lebaran yang semakin dekat, Yosua Manalu melihat perlu adanya langkah tegas dan koordinasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk menanggulangi fenomena ini.

Sebagai anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta dan perwakilan dari Forum
Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Yosua menyampaikan keprihatinan mendalam terkait fenomena ini.

Terminal bayangan beroperasi tanpa pengawasan dan kontrol yang memadai,
melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang menyatakan larangan penjualan tiket ilegal di luar terminal resmi.

“Dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan, kami akan
berusaha keras berkoordinasi untuk dilakukan pengawasan,” kata Yosua, anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta.

“Tidak boleh ada penjualan tiket ilegal di luar terminal resmi. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait serta mendorong tindakan tegas sesuai
dengan Perda Nomor 8 Tahun 2007 untuk menindak terminal bayangan secara efektif dan memastikan penegakan hukum yang adil.” paparnya.

“Terkait dengan akibat bagi penumpang yang hendak menaiki bus dari terminal
bayangan, mereka berisiko mengalami berbagai masalah, termasuk kurangnya pengawasan terhadap kondisi bus dan pengemudi, ketidakpastian mengenai keamanan perjalanan, serta potensi tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Yosua.

Sebagai pemangku kepentingan dalam pengembangan dan peningkatan layanan
transportasi publik di Jakarta, DTKJ merasa penting untuk menghadirkan perhatian kepada masyarakat akan risiko yang terkait dengan penggunaan terminal bayangan.

Menjadi panggilan bagi semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengatasi masalah ini demi terciptanya sistem transportasi yang lebih aman, teratur, dan terpercaya bagi semua warga Jakarta secara
khusus dalam perjalanan mudik lebaran 2024.