CBA Dukung Jika KemenESDM Hentikan Kebijakan Insentif HGBT ke Sejumlah Perusahaan Industri

JAKARTASATU.COM– Direktur Eksekutif Center for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi mendukung jika Kementerian ESDM tidak melanjutkan kebijakan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per MMBTU.

Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat sebagai upaya menjaga keuangan negara agar tidak jebol.

“Harus didukung langkah tersebut sepanjang niatnya menjaga keuangan negara agar tidak tersedot hanya demi kepentingan segelintir sektor tertentu seperti industri baja, pupuk, kaca, petrokimia, oleochemical, keramik, sarung tangan karet,” ungkap Aktivis 98 itu kepada wartawan, Sabtu (23/03/2024).

Uchok menambahkan, kebijakan insentif harga gas bumi mestinya ditujukan kepada sektor-sektor yang bersentuhan dengan kegiatan ekonomi masyarakat menengah-bawah.

“Industri berskala besar tidak perlu diberikan insentif karena mereka mampu. Insentif harusnya ditujukan ke industri-industri kecil dan usaha-usaha rakyat,” tegasnya.

Uchok juga mengaku heran, publik selama ini belum begitu tahu jika selama ini ada kebijakan insentif harga gas bumi kepada sejumlah perusahaan industri tertentu.

“Kebijakan harus dibuat transparan donk jangan hanya segelintir saja yang diuntungkan. Kita berharap KemenESDM gandeng BPK RI untuk audit penggunaan atau pelaksanaan kebijakan insentif HGBT. KPK juga harus dilibatkan agar semua terawasi dan transparan. Ini menyangkut pertanggungjawaban kepada publik,” tandasnya. (Yoss)