Jokowi Urung Jum’atan di Kudus  Khawatir Mitos Rajah Kalacakra Sunan Kudus?

JAKARTASATU.COM— Presiden Joko Widodo urung datang ke Kudus, Jumat (22/3/2024). Padahal, orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan akan meninjau langsung perbaikan tanggul Sungai Wulan dan kemudian renana akan salat Jumat di Masjid Agung Kudus.

Untuk menuju meninjau lokasi perbaikan tanggul Sungai Wulan sudah dipersiapkan.

Sesuai rundown, Jokowi akan take off dari Jakarta ke Semarang pada pukul 7:00 WIB. Kemudian, akan melanjutkan perjalanan dari Semarang ke Tanggulangin. Melalui rute, Semarang, Sayung, Klambu Purwodadi, Undaan, Tanjung, Tanggulangin, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Setelah melakukan peninjauan penambalan tanggul jebol, Jokowi dijadwalkan akan Salat Jumat di Masjid Agung Kudus. Namun, ditengah informasi kedatangan presiden Joko Widodo  ke Kudus, juga ada informasi alternatif kunjungan Presiden Jokowi ke pengungsian korban banjir Demak yang berada di Kecamatan Gajah, tanpa ke Tanggulangin dan ke Kudus.

Kemudian Presiden Jokowi menyambangi pengungsi di SMK Ganesha Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Setelah itu ada informasi Presiden Jokowi bertolak ke Wisma Halim, Kabupaten Demak, sehingga dipastikan Jokowi tak jadi datang ke Kudus.

Belum diketahui alasan Jokowi membatalkan agenda kunjungan ke Kudus.

Namun, tak jarang yang mengaitkan hal ini dengan keberadaan Rajah Kalacakra Sunan Kudus.

Selama ini, di Kudus berkembang mitos siapa saja atau mereka para pejabat yang masuk ke dalam komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang melewati pintu gerbang depan bisa luntur jabatan dan kesaktiannya.

Konon, Kangjeng Sunan Kudus sangat tidak suka terhadap orang yang sok-sokan berkuasa, serta penguasa yang tak amanah.

Karena itu, Kangjeng Sunan Kudus, memasang ajian Rajah Kalacakra di pintu masuk utama ke area Komplek Masjid Menara dan juga area yang kelak menjadi makamnya.

Sesiapa saja yang melintasi pintu yang terpasang Rajah Kalacakra itu, maka kesaktian, kedigdayaan, dan kekuasaannya akan luntur.

Karena itu, hingga kini dipercaya, banyak pejabat yang enggan berziarah ke Makam Sunan Kudus maupun Masjid Menara, sebab mereka takut jabatannya akan luntur atau lengser.

Benarkah demikain, atau tuah ajian Rajah Kalacakra itu hanya mitos?

Menurut TribunMuria.com,  Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Denny Nur Hakim, tak menampik bila hingga kini sangat jarang sekali pejabat atau orang kuat yang masih memegang pengaruh luas, datang berziarah ke kompleks Makam Sunan Kudus dan Masjid Menara.

Denny tak bisa memastikan, mengapa banyak pejabat atau orang yang berkuasa, jarang berziarah ke Makam Sunan Kudus.

Apakah karena Rajah Kalacakra atau Rajah Kolocokro, atau karena ada sebab lain.

Memang, konon pejabat yang melewati pintu utama komplek Makam Sunan Kudus dan Masjid Menara, tak lama lagi lengser dari jabatannya setelah melewati pintu yang dipasangi Rajah Kalacakra oleh Kangjeng Sunan Kudus tersebut.

“Sampai saat ini masih ditakuti pejabat, ini terlihat dari pejabat yang jarang ke sini,” ucap Denny.

Ketakutan itu, terang Denny, terutama bagi pejabat yang menanggalkan amanah, dan sering menyelewengkan kekuasaan dan kewenangan yang digenggam.

Diketahui, kawasan Masjid Menara Sunan Kudus dipenuhi para peziarah yang lalu lalang mendatangi makam Sunan Kudus atau Ja’far Shodiq. Di samping bangunan khas menara setinggi 18 meter dan berbahan batu bata itu terdapat sebuah gapura pintu masuk.

Dari cerita turun temurun diyakini Kangjeng Sunan Kudus memasang Rajah Kolocokro karena tidak suka dengan orang yang memamerkan kekuasaan ataupun jabatan.

Hal inilah yang diyakini menjadi alasan Sunan Kudus memasang rajah tersebut. (Yoss)