Oleh Aendra Medita, jurnalis dan analis di Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI)

SAAT ini semua menunggu Mahkamah Konstitusi (MK). Loh kenapa iya karena ini masih pintu masuk kabar menangnya Presiden 2024-2029.

Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah umumkan hasil suara yang jumlahnya tidak 100 % tapi 100.1 % –jumah yang absurd menang– tapi itulah gambarannya saat ini.

Salah penyebutan tanggal oleh Sang Ketua KPU  pun jadi polemik, Rabu, 20 Maret 2024 kok disebut Rabu 22 Maret 2024. Salah fatal adalah celaka yang ada.                            Tapi tak pernah ada maaf dan minta maaf secara terbuka. Ini memang aneh bin ajaib.

Nah kita juga lihat, sang punya angka di rekapitulisi KPU pasangan nomor 2 sudah sowan ke sang pemimpin partai Nasdem, bahkan banyak beredar juga PKS dikabarkan akan merapat.

Tapi katanya ada yang baper juga karena pasangan 1 dan 3 kan maju ke MK, bahkan Fraksi PDIP yang yang menerima para demonstran yang aksi di DPR RI soal hak angket akan berlangsung, tapi semua nampaknya MK jadi harapan, apakah MK akan benar jadi mahkamah paling tinggi untuk konstitusi bangsa ini? Sedang diawal Persiapan Pilpres sendiri MK telah hilang, karean ada sidang untuk yang hubungan dengan keponakan, yang notabene anak sang presiden…..Dan jelas hanya hukumna etik saja…

Oh ya hampir lupa katanya ada super super baper katanya karena Abah tidak ucapkan selamat atas rekapitulisi KPU itu… AH mungkin Abah memnag pagam bahwa juml;ahnya tak jelas…hehehehe

Kita lihat saja nanti….Tabik!!!