Parpol Wajib Mendukung Angket

Wawan Leak : penggiat demokratisasi.

Keberadaan partai politik menjadi salah satu wadah untuk menyalurkan aspirasi rakyat, baik yang berkaitan dengan kebijakan penguasa dalam hal ini rezim pun juga dalam melahirkan perundangan.
Tentunya di peran tersebut anggota legislatif selain mewakili partai politik nya, juga mewakili rakyat yang memilih dan mendudukkan nya di parlemen.
Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi anggota parlemen untuk menyuarakan dan mewakili pemilik suara, dalam hal ini rakyat.

Dalam konteks kontestasi Pilpres 2024 pun, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi Ketum partai politik, untuk memerintahkan anggotanya yang duduk di Parlemen untuk mendukung hak Angket.

Guna menjawab berbagai silang sengkarut kontestasi 5 tahunan Pilpres, baik dalam proses awal penjaringan Paslon sampai proses penghitungan suara.

Dalam proses snowball hak angket ini, Partai Politik diuji apakah benar mewakili kepentingan rakyat, mewakili Ketua umumnya atau mewakili rezim penguasa.
Karena bila ditilik dari keberadaan Parpol pun anggota dewan, jelas dengan tegas mewakili aspirasi rakyat. Sehingga dalam proses hak angket wajib hukumnya, terlepas dari terlibat dari kontestasi Pilpres, untuk mendukung hak angket tersebut. Karena jangan sampai ada pengkhianatan pada suara pemilih.

Sehingga proses pendidikan politik rakyat juga bergulir lewat hak angket, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral anggota terhormat di parlemen pada pendukungnya.

Dan Daulat Rakyat Daulat Negara bisa menjawab silang sengkarut nya kontestasi Pilpres 2024.

Vox Populli Vox Dei (Suara Rakyat Suara Tuhan)