Tim Hukum AMIN Refly Harun: Mudah-mudahan 6 Ahli Itu Tidak Dimarahin Paslon 02

JAKARTASATU.COM– Tim Hukum Amin Paslo  01 pakar hukum Refly Harun sampaikan rasa bahagia karena disodorkan oleh paslon 02 , 6 ahli rontok semua, ahli 1, ahli 2 , ahli 3 dan ahli 4. Dan ahli 5 sebenarnya. Hal tersebut disampaikan pada preskonfrence di MK, Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Refly Harun mengatakan karena semua ahli ini mendalilkan bahwa MK itu hanya hitung-hitungan kan begitu ya kan?

Kata Refly semua ahli yang dihadirkan oleh kubu Prabowo-Gibran,  mengatakan hal yang sama bahwa MK hanya bisa menyelesaikan permasalahan hasil perhitungan suara. Menurutnya, hal itu sudah ditolak melalui pernyataan hakim MK.

“Ahli Asrun juga begitu bilangnya, juga ahli Khair Ramadhan juga bilang begitu. Ahli Margarito Kamis juga begitu, ahli Aminuddin Ilmar juga bilang begitu. Yang terakhir tidak bilang begitu karena dari pemindahan karena ahli administratif,” ujar pakar hukum tata negara ini.

Sebagaimana yang teman-teman lihat kata Refly Harun kepada para wartawan saat presconfrence di Gedung MK.

” Itu sudah tertolak. Tertolak oleh pernyataan Hakim MK sendiri di persidangan,” imbuhnya.

Prof Saldi Isra mengatakan kata Refly, coba itu kualitatif atau kuantitatif.

“Kualitatif, selesai kita,” ucapnya.

Yang kedua adalah kata Refly, ternyata selama ini dalam sengketa pilpres MK itu tidak pernah mengabaikan yang kualitatif.

“Tidak pernah. Baik pada putusan pada 2004 maupun pada putusan 2019. Soalnya belum meyakinkan untuk dimenangkan,” terangnya.

Refly menuturkan pada 2004 hal kualitatif itu sudah dijawab oleh MK.  Jadi MK tidak terhalang untuk menyidangkan hal-hal yang sifatnya kualitatif kalau itu berkaitan dengan prinsip-prinsip pemilu yang luber dan jurdil.

“Pada 2019, MK menjawab komplain terkait Ma’ruf Amin yang bersifat kualitatif,” ungkap Refly.

“Maka saya katakan kata Rafly, 6 ahli ini sia-sia. Mudah-mudahan 6 ahli ini tidak dimarahi oleh paslon 02 karena tidak meyakinkan,” harapnya.

“Dan tidak menyakinkannya tadi ternyata dari lawyer-lawyernya ga ada yang mention ahli, ya kan?,” kata Refly.

Lanjut Refly, yang di mentionnya wah kami membuat dalil-dalil. Jadi mentionnya di hari pertama saja, di tidak terakhir-terakhir.

“Dan itu menunjukkan mereka tidak happy dengan keterangan ahli yang ada,” jelasnya.

Ahli hukum tata negara ini berharap mudah-mudahan ini pertanda baik apalagi tadi MK mengatakan ada putusan MK yang self executing dan non-self executing.

Refly mengemukakan tidak semua putusan MK itu harus berlaku dengan sendirinya. Karena kalau putusan yang terkait dengan penetapan Gibran, ini putusan yang sifatnya umum.  Dan KPU sudah berusaha untuk mengubah peraturannya dengan cara menyelundupkan ditjend perundang-undangan tapi ditolak oleh ditjend ketika diucapkan oleh saksi tadi.

Mudah-mudahan perkembangan terakhir makin menguatkan kita dan MK kembali ke khitohnya sebagai The Guardian of Constitution pengawal konstitusi, Amin. kata Refly.

Diketahui nama-nama ahli yang diajukan kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 2 itu kepada majelis hakim MK, di antarnya:
– Guru Besar Ilmu Konstitusi Universitas Pakuan, Andi muhannad Asrun
– Pakar hukum, Abdul Khair
– Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Aminuddin Ilmar
Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis

– Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN, Khalilul khairi
– Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada dan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar sharif Hiariej
– Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Hasbi
– Direktur Eksekutif Indo Baroemeter, Muhammad Qodari

Kemudian, berikut daftar nama saksi-saksi yang dihadirkan:
– Gani Muhammad
– Andi Bataralifu
Dr.ahmad Doli Kurnia Tanjung
– Dr. Suprianto
– Hj. Abdul Wahid
– Dr Ace Hasan Syadzili

(Yoss)