Dokter Tifa Bedakan Virus Faktor Alam dan Virus Buatan Manusia

JAKARTASATU.COM— Dr Tifauzia Tyassuma, atau dikenal Dokter Tifa menyampaikan tanggapan Covid varian baru “Mengenal Covid-19 Varian Baru FliRT yang Kasusnya ‘Meledak’ di AS” (CNN Indonesia, 3/5/2024.)

Dalam unggahan di akun X-nya Dokter Tifa mengatakan nama-nama varian yang aneh.

“Dari nama-nama Varian yg aneh-aneh dan penuh simbol saja,” ujarnya, Senin (6/5/2024)

Selain itu Dokter Tifa menilai bahwa virus buatan manusia.

“Menunjukkan kalau Virus  ini bikinan manusia gila,” tegasnya.

Dokter Tifa memberikan perbedaan virus faktor alam dengan virus buatan manusia

“Kalau dibikin alam, maka nama Virusnya bakal normal, mengikuti aturan Taxa yaitu Orthocoronaviridae Sp.,” ungkapnya.

Diketahui dilansir dari CNNIndonesia “Mengenal Covid-19 Varian Baru FliRT yang Kasusnya ‘Meledak’ di AS” .

Kasus Covid-19 atau Virus Corona varian baru yang memiliki julukan ‘FliRT’ ‘meledak’ di Amerika Serikat. Apa itu Covid-19 varian FliRT?FliRT adalah varian Covid-19 yang merupakan kerabat jauh dari Omicron.

Konon varian ini berasal dari JN.1 yang jadi biang kerok melonjaknya kasus Covid-19 di Amerika pada musim dingin lalu. Melansir UNMC, Global Center for Health Security, varian ini dijuluki FliRT berdasarkan pada caranya bermutasi, yakni berasal dari banyak sub varian.

Salah satunya, dalam keluarga FLiRT, ada satu varian yang menjadi terkenal, yakni KP.2. Varian ini menyumbang sekitar 25 persen kasus baru selama dua minggu yang berakhir pada 27 April.Varian FLiRT lainnya, termasuk KP.1.1. Tapi belum tersebar luas di Amerika Serikat.

Melansir TIME, meski varian ini menyebabkan lonjakan yang cukup besar, tapi vaksin masih bisa jadi perlindungan yang cukup ampuh.Vaksin yang ada saat ini memberikan perlindungan yang baik terhadap rawat inap dan kematian terkait Covid-19. Namun dua studi pendahuluan memang sempat menunjukkan bahwa varian FLiRT mungkin lebih baik dalam menghindari perlindungan kekebalan dari vaksin dibandingkan JN.1.

Dalam pernyataannya pada 26 April, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk mendasarkan formulasi vaksin di masa depan pada garis keturunan JN.1. Alasannya virus sepertinya akan terus berevolusi dari varian tersebut.Sayangnya, booster terbaru saat ini masih didasarkan pada strain lama, XBB.1.5.Terlepas dari itu semua, menjaga kesehatan diri tetap jadi perlindungan utama dari serangan Covid-19, terutama varian FliRT.

Terus lakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi, tetap di rumah saat Anda sakit.

Tetap pakai masker dan hindari area dalam ruangan yang ramai, terutama ketika ada banyak kasus Covid -19 sedang terjadi. (Yoss)