JOKOWI AKAN BERAKHIR DI LORONG GELAP

Sutoyo Abadi 

Kekacauan dan kerusakan negara terjadi di segala aspek kehidupan, keadaan terus berjalan terasa tanpa ujung untuk mengahiri segalanya.

Kejadiannya masih terus berlangsung sekalipun sudah di ujung ahir masa jabatannya. Bahkan makin membabi buta dengan munculnya politik dinasti tanpa rasa malu. Rakyat merasa muak dan marah.

Mengakhiri segalanya masih berupa harapan kapan semuanya berhenti dan keadaan negara normal kembali. Keadaan terasa makin jauh dari harapan, bahkan keadaan seperti semakin kusut belum ada jalan keluar yang realistis.

Dengan kebohongan dan rekayasa busuk  merasa menang dalam perkara kecil, tidak menyadari akan mengundang kemalangan dan kerusakan lebih parah karena karena perilaku yang sudah menyimpang jauh dari tatanan, norma, cinta cita dan tujuan negara.

Betapa tragis rekayasa buruk dan busuk untuk meraih kemenangan Pilpres tanpa merenungkan konsekuensinya sama saja berdamai dengan hasil Pilpres curang akan mendatangkan keburukan dan bencana berikutnya.

Dalam usaha apapun, kecenderungan hanya untuk berpikir meraih menang atau kalah, sukses atau gagal tanpa memandang jauh ke depan dan resiko yang akan diakibatkannya sungguh itu kedunguan, ketololan yang nyata dan itu berbahaya”

“Ketentuan alam bahwa kemenangan atau kekalahan apapun itu bersifat sementara dan semuanya ada di pada posisi transisi dan semua akan ada ahirnya ( baik atau buruk )”

Rezim Jokowi akan berakhir di lorong yang gelap karena semua yang dikerjakan tanpa memperhatikan akhirnya :

– apapun yang dilakukan berdimensi kedunguan, emosional, kekinian, asal negara ada proyek tidak peduli telah melewati batas menjual kedaulatan negara.

– tanpa ide yang kokoh tentang cara mengakhirinya, semua akan berbeda dengan yang dibayangkan dan semuanya akan berakhir berantakan.

– tidak memahami hukum utama tentang kuasa dan strateginya, semua asal jalan bahwa lebih parah hanya dikendalikan oleh kekuatan Oligarki , akan di kenang sebagai pemimpin boneka perusak negara.

“Dengan berbangga diri merasa kemenangan dan keberhasilan telah di capai . Tinggal sisa sisa kejahatan yang perlu dihapuskan sesuai tuntunan waktu. Segala tampak mudah. Akan tetapi justru di sanalah letak bahayanya”.

“Kalau tidak berjaga jaga, diam diam kejahatan akan meloloskan diri, dan ketika kejahatan telah terlepas, kemalangan baru akan datang dan berkembang dari sisa sisa benihnya, sebab kejahatan tidak akan bisa mati atau di matikan dengan waktu”.

Akibat seseorang merasa memang dan berhasil hanya untuk diri dan keluarganya sama sama membiarkan kemenangan akan memancing menciptakan musuh musuh yang terpukul  keras, permainan politik menjijikkan tersebut akan berbalik arah menerkam dan menerjang dirinya.

Mengakhiri apapun dengan buruk tidak akan ada nilainya, selain bencana demi bencana yang akan menimpanya*

“Bencana sangat mungkin akan menimpa Prabowo ( sadar atau tidak ) menempel dalam dirinya sebagai Presiden yang lahir sungsang oleh MK dan harus menerima Capres anak haram konstitusi”

12/5/ 2024