Sektor Paling Berat Yang Akan Dihadapi Prabowo Gibran Adalah Sektor ESDM :

Oleh : Salamuddin Daeng

1. Sektor migas dengan produksi minyak nasional yang makin menurun, sumur sumur migas yang makin tua, dan sumur sumur baru yang tidak significant.
2. Berapapun dana yang diinvestasikan dalam sektor migas tidak mampu mengangkat produksi minyak walaupun setetes.
3. Beban biaya produksi migas akan semakin meningkat terutama akan datang dari biaya keuangan.
4. Berapapun peningkatan capex BUMN migas nasional tidak berkorelasi dengan peningkatan produksi migas. Usahanya hanya seputar menahan laju penurunan produksi yang terjun bebas.
5. Di kilang kilang ada masalah sulitnya mendapatkan pembiayaan. Tidak ada uang lagi atau liquiditas bagi investasi kilang. Sebagai mana media Singapura mengatakan jangan coba coba menaruh kata kilang minyak dalam proposal Anda, karena itu akan menjadi proposal yang sia sia.
6. Di hilir berhadapan dengan isue polusi udara dan menjadi sorotan internasional dan sorotan masyarakat terkait target pemerintah mengurangi emisi sebagaimana komitmen terhadap perjanjian perubahan iklim. Kondisi kerusaka lingkungan indonesia memang kasat mata.
7. Subsidi APBN terhadap sektor migas yang makin tinggi untuk solar dan LPG 3 kg dan juga listrik. Ditambah lagi dengan dana kompensasi energi yang sangat besar untuk BBM dan listrik yang sangat menguras APBN. Ini menjadi isue politik utama.
8. Pendapatan negara dari bagi hasil migas yang tidak lagi significant. Sementara subsidi dari APBN kepada migas membesar. Strategi mengatasi ini sangat sulit dan hampir tidak ada jalan keluarnya karena masalah ketergantungan pada BBM dan LPG.
9. Agenda transisi energi sebagai jalan keluar tidak dapat dijalankan dengan cepat karena mebutuhkan biaya yang mahal dan oleh sebagian besar kalangan dikatakan menciptakan gangguan ekonomi, fiskal dan keuangan.
10. Ketergantungan ekonomi yang makin besar pada pendapatan ekstraktif SDA berhubungan erat dengan deforestasi yang merupakan ancaman terbesar bagi iklim.
11. Usaha besar hilirisasi membutuhkan konsistensi dan ketegasan sikap pemerintah, sementara masih menghadapi tantangan dari dunia usaha yang masih mengandalkan ekspor bahan mentah.
12. Masih banyaknya kegiatan illegal dalam bidang SDA yang melibatkan kegiatan ekploitasi SDA sendiri, hingga kejahatan kelas satu yakni pencucian uang hasil ekploitasi SDA.
13. Ada masalah terbesar dalam sektor keuangan SDA yakni sistem devisa bebas yang mengakibatkan hasil ekpoitasi SDA, hasil perdangannya, hasil financialisasinya, uangnya dibawa kabur ke luar negeri.