Gde Siriana: Hadapi Double Defisit Warisan Jokowi, Ini yang Akan Dilakukan Prabowo?

JAKARTASATU.COM Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2024 defisit US$ 6 miliar. Begitu juga dengan transaksi berjalan defisit US$ 2,2 miliar atau 0,6% PDB.

Demikianlah dikutip CNBC Indonesia berdasarkan siaran pers BI, (Senin, “BI: Defisit Transaksi Berjalan Tembus US$2,2 M Kuartal I-2024”, 20/5/2024).

Laporan tersebut juga mencantumkan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2024 tercatat tetap tinggi sebesar US$ 140,4 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan US$ 2,2 miliar lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu US$ 1,1 miliar atau 0,3% PDB

Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif INFUS Gde Siriana dalam wawancara dengan jurnalis Jakartasatu merespon defisit APBN yang hampir menyentuh 3%. Jakarta, Kamis, 13/6/2024.

Bagaimana menurut bung Siriana, warisan keuangan negara di era pemerintahan Jokowi kepada Prabowo?

Negara saat ini bukan hanya mengalami defisit anggaran yang berpotensi lebih dari 3%, tetapi juga mengalami defisit transaksi berjalan. Artinya saat ini terjadi double deficit. Soal dampak silahkan ditanya pada pakar ekonomi.

Yang mau saya tambahkan adalah penerimaan negara seharusnya bisa lebih besar jika tidak terjadi kebocoran-kebocoran. Bisa karena penyelundupan-penyelundupan dan korupsi.

Maksud bung apakah Prabowo nanti mampu memperbaiki double defisit warisan Jokowi dan Sri Mulyani?

Ya setidaknya penerimaan negara dapat dioptimalkan melalui pemberantasan penyelundupan dan korupsi.

Jika bisa diselamatkan 30% nya aja, itu udah nambah penerimaan negara. Kalau penerimaan negara defisit akibat belanja yang lebih besar dari penerimaan, terus kapan bisa jadi negara kaya?

Secara sederhana, orang bisa kaya itu karena apa? Bukan karena penerimaan, tapi karena kemampuan savingnya, tabungannya nambah terus. Klo skrg negara malah nambah terus defisitnya, utangnya nambah terus, kapan kayanya?

Bagaiman Prabowo akan melakukannya?

Jadi sekarang Prabowo mesti kasih contoh. Tangkapin penyelundup-penyelundup tambang, minyak, kayu dll. Tangkapin para koruptor. Hukum berat mereka. Kalau perlu berlakukan hukuman mati. Tanpa kasih contoh, kebocoran negara akibat penyelundupan dan korupsi gak akan berkurang. Negara akan defisit terus, karena kebutuhan akan belanja kan akan nambah terus tiap tahun.

Mampu atau tidaknya tergantung pada tim yang dipilih Prabowo. Kapolri, Panglima TNI, Kejaksaan Agung, Kepala BIN, apakah mereka juga akan sungguh-sungguh mendukung Prabowo untuk memberantas penyelundupan dan Korupsi.

Ini kan sistem yang sudah lama berjalan. Sudah dinikmati oleh banyak orang yang terlibat. Bahkan termasuk bagaimana mereka mencuci hasilnya. Misalnya melalui perusahaan-perusahaan pinjol atau selebgram endorser, atau e-commerce.

Atau mungkin Prabowo lebih memilih rute lain, misalnya merubah UU menjadi boleh defisit di atas 3%, sehingga tidak di-impeach parlemen.

Terkait UU itu, ya tergantung gimana  konstelasi politik di parlemennya? Tentu Prabowo perlu dukungan banyak parpol dalam kabinetnya.

Tetapi di sisi lain, semakin banyak parpol dalam koalisi akan makin besar biaya politik anggarannya. Artinya hanya perlu 50%+1 untuk mengamankan APBN. Jika nantinya koalisi lebih besar dari itu, ada target lain yang ingin dicapai, misalnya mengamankan batasan defisit 3% itu dengan cara mengubah UU nya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 akan melebar.

Ia mengatakan, APBN 2024 akan melebar ke kisaran 2,8% dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini di kisaran 2,29% dari produk domestik bruto (PDB).

Defisit tahun ini yang direncanakan dalam APBN 2,29% atau 2,3%, tetapi outlooknya 2,8%,” kata Airlangga (CNBC, “Defisit APBN 2024 Diproyeksi 2,8% PDB, Utang RI Bisa Melonjak”, Senin 26/2/2024). Airlangga menjelaskan, pelebaran defisit itu disebabkan banyak hal. (Yoss)