Rencana Prabowo Naikkan Rasio Utang RI Menuju 50% dalam 5 Tahun, Anthony Budiawan: Bagai Siram Bensin ke Bara Api

JAKARTASATU.COM Morgan Stanley menurunkan peringkat ekuitas bursa saham Indonesia menjadi “underweight” dalam alokasi perusahaan di pasar Asia dan negara berkembang. Janji kampanye Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, seperti usulan pemerintah untuk menyediakan makan siang dan susu bagi pelajar, dapat menimbulkan beban fiskal yang besar, sementara prospek pendapatan Indonesia juga memburuk, tulis Morgan Stanley. (Kontan, 12/6/2024, “Morgan Stanley Turunkan Perikat Saham RI Jadi Underweight, Ini Pertimbangannya”)

Terkait hal tersebut Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies) Anthony Budiawan menilai apa yang ditulis Morgan Stanley menurunkan peringkat saham (Bursa Efek) Indonesia menjadi “underweight”. Artinya, kinerja atau potensi keuntungan saham Indonesia diperkirakan memburuk, di bawah saham-saham negara lainnya.

“Alasannya sangat valid. Morgan Stanley menyoroti kondisi moneter dan fisakal Indonesia yang terus melemah, dan sudah masuk tahap bahaya bagi perekonomian Indonesia ke depan,” kata Anthony kepada jurnalis Jakartasatu.com, Jum’at (14/6/2024)

Pernyataan Morgan Stanley sejalan dengan analisis saya minggu lalu di harianumum.com 8/6/2024 berjudul “Moneter dan Fiskal ‘Babak Belur’: Krisis Ekonomi Semakin Dekat”.

Dilansir dari Bloomberg technos bahwa Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai lebih buruk ketimbang enam bulan yang lalu akibat keterpurukan kondisi penghasilan sehingga tingkat keyakinan masyarakat RI terhadap situasi ekonomi ke depan terkikis, berdasarkan hasil Survei Konsumen terbaru yang dilansir oleh Bank Indonesia, hari ini, Senin (10/6/2024).

Semua kelas masyarakat Indonesia mengalami penurunan kondisi penghasilan terutama kelas menengah bawah. Berdasarkan hasil survei, kelas menengah bawah yang memiliki pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp4 juta per bulan, mencatat penurunan indeks penghasilan saat ini paling tajam pada Mei yaitu hingga 8 poin. Sementara kelompok di bawahnya, pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta, tergerus tipis. Sedangkan konsumen dengan pengeluaran di atas Rp4 juta dan di atas 5 juta, juga turun 1,4 poin dan 4,4 poin.

Penghasilan yang turun membuat kondisi ekonomi tiap kelompok pengeluaran memburuk dibanding enam bulan lalu, ditambah pada saat yang sama ketersediaan lapangan kerja juga dinilai makin sempit terutama oleh kelompok dengan pengeluaran menengah bawah dan kelas atas.

“Data ekonomi sejauh ini juga menunjukkan ekonomi Indonesia memang sedang memburuk. Berdasarkan hasil Survei Konsumen terbaru Bank Indonesia (10/6/2024), tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan anjlok. Pendapatan masyarakat kelas menengah bawah tergerus,” tutur Anthony.

Lebih lanjut, kata Anthony dari sisi fiskal, penerimaan perpajakan (pajak, bea, dan cukai) selama 4 bulan pertama turun signifikan, sekitar 8 persen, dibandingkan tahun lalu. Karena itu, defisit APBN 2024 dan utang pemerintah dipastikan akan meningkat.

Sementara (BloombergTechnoz, 14/6/2024) mengabarkan Presiden ke-8 terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, dikabarkan berencana mendanai janji belanjanya dengan terus meningkatkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) ke level tertinggi dalam dua dekade.

Dia bertujuan untuk meningkatkan rasio utang sebesar 2 poin persentase setiap tahun selama 5 tahun ke depan, berdasarkan informasi dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Peningkatan bertahap akan memberikan ruang bagi tim ekonominya untuk menyesuaikan diri terhadap hambatan apa pun, dibandingkan dengan menambah utang sekaligus, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya membahas masalah-masalah pribadi.

“Di tengah situasi yang sedang memburuk, terdengar kabar pemerintahan Prabowo akan meningkatkan rasio utang pemerintah terhadap PDB (dari 39 persen saat ini) menjadi 50 persen dalam 5 tahun ke depan. Artinya, ketentuan atau UU yang membatasi defisit APBN sebesar maksimal 3 persen dari PDB akan dinaikkan,”ungkap Anthony.

Anthony menegaskan bahwa berita ini seperti menyiram bensin ke dalam bara api yang langsung berkobar menjadi api ganas. Kurs spot rupiah langsung anjlok, mendekati Rp16.500 per dolar AS menjelang penutupan transaksi sore ini (13/06/2024). Kurs spot rupiah menyentuh Rp16.477 per dolar AS pada pukul 16:19. Padahal, kurs rupiah masih bertahan di sekitar Rp16.280 per dolar AS pada pagi ini.

“Bank Indonesia tidak berdaya sama sekali menghadapi kondisi moneter dan fiskal yang sangat sangat lemah ini. Bank Indonesia tidak dapat menahan laju penurunan kurs rupiah yang sangat cepat,” tukasnya.

Anthony menilai lebih jauh rencana menaikkan rasio utang menjadi 50 persen menunjukkan tim Prabowo sedang bingung atau bahkan panik untuk bisa memenuhi janji kampanyenya terkait makan siang gratis dan susu gratis.

“Tetapi, mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan defisit APBN dan menaikkan rasio utang menjadi 50 persen malah menjadi bumerang. Kurs rupiah akan anjlok,” tandas Anthony.

“Etape kurs rupiah selanjutnya menuju Rp17.000 per dolar AS. Aroma krisis ekonomi semakin terasa,” tegasnya. (Yoss)