Ketika Parkir Liar Mengintimidasi Pengunjung di Jakarta Fair 2024

JAKARTASATU.COM– Jakarta Fair, sebagai pameran tahunan terbesar yang selalu dinantikan oleh warga Jakarta, tahun ini kembali digelar dengan meriah. Namun, di tengah kemegahan dan keramaian acara, terdapat sebuah masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian publik dan pihak berwenang.

“Saya, Yosua Manalu, dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia dan juga Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, ingin berbagi pengalaman pribadi yang mengganggu saat berkunjung ke Jakarta Fair 2024 pada Sabtu, 22 Juni 2024 lalu, ” kata Josua kepada wartawan, Senin 24/6/2024.

Ia kemukakan banyak pengunjung lainnya harus menghadapi aksi premanisme perparkiran liar yang sangat meresahkan. Arus lalu lintas di sekitar area Jakarta Fair sangat macet, namun tidak ada anggota Dinas Perhubungan Jakarta yang mengatur lalu lintas di area yang mengalami kemacetan. Petugas hanya terlihat di dekat pintu masuk arena Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ). Ketidakhadiran petugas di titik-titik krusial ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dalam pantau nnya, di sekitar area PRJ, banyak ditemukan kantong parkir liar yang dikelola oleh para joki parkir liar. Mereka cenderung memaksa pengendara untuk memilih parkir di tempat yang mereka siapkan. Para joki parkir liar ini bahkan berusaha menyetop kendaraan dan mengarahkan pengunjung ke parkir liar dengan alasan bahwa parkir di dalam area PRJ sudah penuh. Padahal, dari pengamatan, masih ada ruang yang bisa menampung kendaraan jika pengunjung bersabar sedikit.

Josua ungkapkan lebih mengkhawatirkan lagi, harga yang dikenakan untuk parkir di tempat liar ini sangat mahal. Untuk mobil, dikenakan biaya Rp.50.000, jauh lebih tinggi daripada tarif resmi yang hanya Rp.35.000. Tarif yang tidak masuk akal ini jelas merugikan pengunjung dan menciptakan pengalaman yang tidak menyenangkan.

Lebih lanjut, aksi premanisme ini tidak hanya merugikan pengunjung, tetapi juga merusak citra Jakarta Fair sebagai salah satu acara terbesar dan terpopuler di Jakarta. Yosua Manalu berharap pihak penyelenggara dan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini, agar para pengunjung dapat menikmati acara dengan rasa aman dan nyaman.

“Selain itu, saya juga berharap pengelola dan dinas terkait bisa lebih baik lagi ke depannya dalam mempersiapkan kegiatan ini. Terutama, jangan sampai mengganggu jalannya lalu lintas. Kita tahu tidak semua kendaraan mau masuk, ada juga kendaraan yang hanya lewat dan harus merasakan macet akibat jalan yang menyempit karena parkir liar. Dinas terkait harus turun dengan penuh untuk menjaga kenyamanan dan keamanan kegiatan ini. Satpol PP perlu menata UMKM di luar, sementara Dinas Perhubungan harus menjaga kelancaran arus lalu lintas,” tegas Yosua.

Selanjutnya Yosua mengajak seluruh pengunjung Jakarta Fair 2024 untuk berhati-hati dan segera melaporkan setiap aksi premanisme yang mereka temui kepada pihak keamanan setempat. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua orang. (Yoss)